logo


JK: Jangan Samakan Indonesia Itu Sekolah-sekolah Kayak di Finlandia

Simak berita selengkapnya

12 Desember 2019 22:30 WIB

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa tidak setuju jika Ujian Nasional (UN) dihapus. Menurut JK, kebijakan tersebut harus dikaji ulang.

"Iya, dikaji dulu lah," ujar JK di The Sultan Hotel, Jakarta, Kamis (12/11).

Menurutnya, UN dihapus karena banyak yang memprotes. JK menyebut jika ingin menjadi bangsa yang hebat maka harus melewati hal-hal yang susah.


UN Akan Dihapus, Ini Tanggapan Jokowi

"Kalau tidak ditantang, tidak diuji bagaimana, mau tidak kalau tidak diajak kerja keras. Kan alasannya karena ada guru protes, orang tua protes, murid protes, karena susah, sehingga dihapus. Itulah alasannya menghapus karena susah," kata JK.

"Loh kalau mau bangsa hebat, harus melewati hal yang susah, kalau melayani semua protes karena susah itu kan, kita akan lembek pasti," sambungnya.

JK mengatakan bahwa sekolah di Indonesia tidak bisa disamakan dengan sekolah di Finlandia.

"Kalau anak tidak kerja keras, tidak ada external pressure. Jangan samakan Indonesia itu sekolah-sekolah kayak di Finlandia, yang penduduknya 40 ribu, penduduknya hanya 5 juta. Kalau penduduk 5 juta juga kita bisa memerdekan belajar. Tapi 260 juta gimana, tanpa suatu standar yang baik nasional," kata JK.

JK tidak setuju dengan penghapusan UN. JK menilai jika UN dihapus maka tren pendidikan akan menurun.

"Ya pastilah, karena menurut saya, nanti saya kasih lihat trennya. Begitu UN tidak menentukan kelulusan, langsung turun peringkat. Bangsa ini akan ada gap-nya," ujar JK.

Soal UN Dihapus, Nadiem: Yang Dihapus Adalah Format Per Mata Pelajaran

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata