logo


Pemerintah Dorong Inovasi Produk Dalam Negeri untuk Tekan Ketergantungan Produk Impor

Simak berita selengkapnya

12 Desember 2019 19:45 WIB

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) Penny Kusumastuti Lukito memberikan penghargaan kepada industri farmasi dan Perguruan Tinggi
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) Penny Kusumastuti Lukito memberikan penghargaan kepada industri farmasi dan Perguruan Tinggi BPOM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah terus mendorong sinergisitas peran lintas sektor untuk berinovasi menghasilkan produk obat dan obat tradisional demi menekan ketergantungan terhadap produk impor.

Untuk memperkuat hal itu, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Produk Biologi dan Fitofarmaka.

Satgas ini melibatkan akademi, pelaku usaha, dan pemerintah. Fungsinya adalah untuk menjembatani hasil riset dan kebutuhan pasar.


Lihat Produk Mencurigakan dari Sisi Mutu dan Label, Segera Lapor ke Kemendag

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, Satgas itu dibentuk melalui Surat Keputusan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan didasari pada Instruksi Presiden (Inpres) No. 6 tahun 2016.

Sebagai tindak lanjut dari terbentuknya Satgas, lanjut Penny, telah dilakukan pendampingan, asistensi dan konsultasi kepada peneliti dari kalangan akademisi dan industri farmasi agar memenuhi standar dan persyaratan di setiap tahapan penelitian hingga siap untuk hilirisasi dan mendapatkan izin edar.

Salah satu produk yang sudah berhasil dilakukan pendampingan dalam hilirisasi yaitu Stem Cell produksi Lembaga Penelitian Universitas Airlangga Surabaya dan Albumin yang berasal dari ikan gabus yang dikembangkan oleh Universitas Hasanudin Makassar bersama PT Royal Medika.

Selain itu, produk biologi yang sedang dikembangkan adalah enoxaparin bersumber domba, trastuzumab, dan sejumlah vaksin antara lain MR, Hepatitis B, Tifoid, Rotavirus, Polio. Sedangkan untuk produk fitofarmaka antara lain ekstrak seledri, binahong, daun kelor, daun gambir dan bajakah.

Sementara itu, untuk mewujudkan kemandirian produk darah dilakukan pengembangan industri fraksionasi plasma. Langkah awal untuk penyediaan bahan baku plasma adalah dengan melakukan pendampingan dan percepatan sertifikasi Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI).

Luncurkan Produk Baru, Gree Indonesia Bekerjasama dengan JD.ID

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata