logo


UN Akan Dihapus, Ini Tanggapan Jokowi

Berikut pernyataannya

12 Desember 2019 16:49 WIB

Presiden Jokowi wawancara dengan awak media
Presiden Jokowi wawancara dengan awak media Doc Sekretariat Presiden

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menanggapi soal dihapusnya Ujian Nasional (UN) mulai 2021. Nantinya, pihak sekolah akan diasesmen dijadikan bahan evaluasi.

"Artinya, sudah tidak ada UN lagi tahun 2021. Akan diganti dengan asesmen kompetensi. Artinya yang diasesmen adalah sekolah, guru. Dan juga ada yang namanya survei karakter. Dari situ bisa dijadikan evaluasi," ujar Jokowi usai peresmian Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, Kamis (12/12).

Jokowi mendukung kebijakan yang diambil oleh Mendikbud Nadiem Makarim tersebut.


Soal UN Dihapus, Ma'ruf Amin: Nggak Masalah Ditiadakan, Tapi...

"Pendidikan kita sampai ke level mana. Nanti sudah dihitung saya kira kita mendukung apa yang sudah diputuskan Mendikbud," katanya.

Jokowi mengatakan bahwa asesmen pengganti UN akan melihat sejauh mana grade sekolah tertentu. Sekolah yang berada di bawah grade akan dievaluasi.

"Artinya, mau tidak mau nanti setiap sekolah akan ada angka-angkanya. Yang angkanya di bawah grade tentu saja harus diperbaiki dan diinjeksi sehingga bisa naik levelnya. Akan kelihatan sekolah mana yang perlu disuntik," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan jika kebijakan tersebut bisa menaikkan mutu pendidikan maka akan dijalankan terus.

"Bisa saja nanti, misalnya, perhitungan Kemendikbud seperti apa, guru ditarik lagi ke pusat. Bisa saja dilakukan. Ini hanya geser anggaran dari daerah ke pusat. Itu saja. Kalau kebijakan ini bisa naikkan kualitas pendidikan, akan kita jalani terus," ucap Jokowi.

Nadiem Makarim Bakal Hapus UN, Mantan Ketum PP Muhammadiyah: Ini Bukan Gojek

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata