logo


Dapat Rangking Buncit Soal Kerukuanan Beragama, DPR Aceh: Ini Adalah Pelecehan

Simak ulasan selengkapnya

12 Desember 2019 14:53 WIB

Anggota DPR Aceh Fraksi PKS Tgk Irawan Abdullah
Anggota DPR Aceh Fraksi PKS Tgk Irawan Abdullah Doc Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Agama telah mengeluarkan survei indeks Kerukunan Umat Beragama kemarin (11/12). Aceh berada pada posisi paling Buncit dengan Skor 60,2 dari rentang 0-100. Hasil ini membuat Anggota DPR Aceh Fraksi PKS Tgk Irawan Abdullah angkat bicara terhadap survei ini.

Dilansir dari laman resmi PKS, Irawan ragu terkait survei tersebut, dia mempertanyakan metodologi yang dipakai Kemenag dalam survei tersebut. Dia menegaskan survei tersebut bertentangan dengan realitas yang ada di Aceh.

"Ini adalah pelecehan kepada Aceh dan bukan pertama kali. Meskipun berbalut kesan ilmiah, tapi kita tidak tahu survei pakai metodologi apa. Bahkan jika mereka menggunakan metodologi tertentu maka metodologi itu juga masih bisa dikritisi. Ini adalah pembunuhan 'value syariat' bagi Masyarakat Aceh sebagai propinsi satu-satunya yang terapkan nilai syariat," kata Irawan di Banda Aceh (12/12).


Anaknya Tewas Saat Demo, Endang ke DPR: Kenapa Kasus Anak Saya Seperti Dianaktirikan?

Irawan menyatakan Aceh merupakan provinsi yang paling aman dan bebas dari penistaan agama, bahkan dia menantang bagi mereka yang pernah datang ke Aceh bisa dengan terang benderang menyaksikan asyiknya Aceh. Dia juga mengungkapkan interaksi sosial di Serambi Mekah tidak berisiko serta kerukunan yang tidak ternoda.

"Bahkan baru-baru ini seorang Warga Jepang Masaki Maruta yang bekerja di kedutaan memuji soal ketentraman hidup beragama di Aceh kepada saya," papar Irawan.

Irawan menegaskan jajaran Kemenag pusat harusnya sering-sering piknik dan berinteraksi di Aceh. "Agar hasil survei tidak provokatif bahkan cenderung menyesatkan," tegasnya.

Dirinya meminta pola kebijakan provokatif semacam ini harus dihentikan. Irawan mengungkapkan jangan pernah memprovokasi seolah-olah penerapan syariat di Aceh tidak membawa manfaat.

"Jika yang dimaksud toleransi yang bagus menurut penyelenggara survei adalah membiarkan penyakit mental dan kelamin bebas di Aceh, maka anda salah besar," kata Irawan lagi.

Sebagai penegasan dirinya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa menikmati keharmonisan Aceh dengan budayanya sebagai salah satu destinasi yang nyaman di negeri ini.

"Mari kita diskusi membahas toleransi sambil menikmati kopi di Aceh. Anda akan rasakan dan saksikan Aceh adalah salah satu destinasi yang nyaman di negeri ini," pungkasnya.

Soal Hukuman Mati untuk Koruptor, Gerindra: Memang Harus Ada

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Raka Kisdiyatma