logo


Nadiem Makarim Bakal Hapus UN, Mantan Ketum PP Muhammadiyah: Ini Bukan Gojek

berikut penjelasannya

12 Desember 2019 14:18 WIB

Ilustrasi UN / Ujian
Ilustrasi UN / Ujian quipper.com

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, meminta Kemendikbud untuk mengkaji ulang terkait rencana Nadiem Makarim menghapus Ujian Nasional (UN) tahun 2021. Ia menyebut jika pengelolaan pendidikan Indonesia berbeda dengan Gojek.

"Dikaji ulang secara mendalam melibatkan para pakar pendidikan yang mengerti betul-betul itu ya, jangan serampangan. Ini bukan Gojek, pendidikan ini," kata Buya Syafii di UMY, Bantul, Yogyakarta, Kamis (12/12).

Buya Syafii meminta Kemendikbud harus berhati-hati dalam mengeluarkan sebuah kebijakan terutama di bidang pendidikan. Ia mengungkapkan jika UN di harus tetap diberlakukan untuk menjaga standar mutu pendidikan.


UN dan USBN Diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survey Karakter, Apa Itu?

"Itu harus hati-hati, harus hati-hati, ndak segampang itu, harus hati-hati. Artinya ditinjau dari segala prespektif ya, sebab di mana-mana ujian nasional ada untuk menjaga mutu," paparnya.

Ia mengaku khawatir jika semangat peserta didik dalam belajar menjadi menurun lantaran tidak lagi ada Ujian Nasional.

"Nanti kalau tidak begitu, nanti para murid, para siswa itu akan tidak sungguh-sungguh lagi, gitu ya. Jadi saya rasa jangan tergesa-gesa, jangan tergesa-gesa," pungkasnya.

Sistem Zonasi Sekolah Diubah, Nadiem Makarim: Nggak Semua Daerah Itu Siap untuk Suatu Policy Zonasi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia