logo


Soal Persekusi Anggota Banser NU, PKS: Itu Sangat Tidak Proporsional

Simak berita selengkapnya

12 Desember 2019 15:15 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ramai beredar video persekusi anggota Banser NU yang disebut kafir karena tidak mau mengucapkan takbir. Korban persekusi tersebut adalah Eko dan Wildan, anggota Banser Depok yang sedang bertugas di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Menurut Presiden Parta Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman aksi persekusi tersebut  sangat mengsimplifikasi. Pasalnya dua anggota banser tersebut disebut kafir hanya karena tidak mau megucapkan takbir.

"Saya katakan itu sangat tidak proporsional video itu, sangat mengsimplifikasi. Pertama, memaksa orang (mengatakan) takbir. Kedua, ketika orang tidak menyebut takbir disebut kafir," ujar Sohibul Iman usai berkunjung ke Kantor Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).


Dorong Ketahanan Energi Nasional, PKS Akan Lakukan Hal Ini

Sohibul Iman menndorong warga negara Indonesia jangan mudah menciptakan provokasi yang memecah umat. Ia sangat menyayangkan aksi persekusi masih terjadi di Indonesia.

"Janganlah kita main provokasi-provokasi begitu. Saya kira tidak betul hal-hal seperti itu (persekusi). Baiknya kita menciptakan suasana yang adem, jangan menciptakan  provokasi kepada siapapun," pungkasnya.

Soal Teriakan Takbir, PPP Bela Banser: Mengukur Ketakwaan Bukan di Jalan Begitu Caranya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati