logo


Berbeda dengan Jokowi, PDIP Tak Setuju Jika Ada Hukuman Mati untuk Koruptor, Ini Alasannya

Simak ulasan selengkapnya

12 Desember 2019 09:51 WIB

Presiden Jokowi wawancara dengan awak media
Presiden Jokowi wawancara dengan awak media Doc Sekretariat Presiden

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa partainya tak setuju dengan hukuman mati yang diberikan kepada koruptor.

Menurutnya hal tersebut tak manusiawi, ia kemudian memberikan saran agar koruptor dimiskinkan.

"PDI Perjuangan merasa dengan jalan koruptor dimiskinkan, bahkan ada koruptor yang kemudian menerima hukuman karena dia adalah pejabat negara, melakukan kerusakan sistemik, ada yang dilakukan hukuman seumur hidup itu jauh lebih relevan," ungkapnya, dikutip dari laman Detik (12/12).


Soal Agenda Riset, Jokowi: Pemborosan Anggaran Harus Segera Kita Akhiri

"Mengingat kita juga terikat dengan konvensi-konvensi internasional yang menghapuskan hukuman mati tersebut. Jadi kita harus melihat konteksnya, begitu banyak upaya untuk melalukan pencegahan korupsi untuk melakukan pemiskinan terhadap koruptor, untuk mencabut hak politik, dan juga menciptakan suatu efek jera," sebutnya.

Lebih lanjut, Hasto menjelaskan bahwa setiap orang mempunyai hak untuk hidup sehingga harus dipertimbangkan lagi mengenai hukuman mati tersebut.

"Tetapi ketika sebuah langkah-langkah yang sifatnya syok terapi untuk dilakukan tentu saja memerlukan sebuah pertimbangan-pertimbangan kemanusiaan. Sehingga hal yang menyangkut kehidupan seorang manusia tersebut, kita harus hati hati karena kita bukan pemegang kehidupan atas orang per orang. kita harus merawat kehidupan itu," kata Hasto.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyetujui wacana terkait hukuman mati untuk koruptor.

"Ya bisa saja kalau jadi kehendak masyarakat," kata Jokowi usai menyaksikan pentas #PrestasiTanpaKorupsi dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di SMKN 57, Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

 

Tolak Hukuman Mati Koruptor, PDIP: Kita Bukan Pemegang Kehidupan

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma