logo


Bantah JK soal Efek Penghapusan UN, Nadiem Makarim: Malah Lebih Men-challenge

Simak berita selengkapnya

11 Desember 2019 20:15 WIB

Nadiem Makarim
Nadiem Makarim Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa penghapusan ujian nasional (UN) bisa membuat generasi muda menjadi lembek.

Pernyataan JK tersebut kemudian dibantah oleh Menteri Pendidikdan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.

"Nggak sama sekali, karena UN itu diganti asesmen kompetensi pada 2021. Malah lebih men-challenge sebenarnya," ujar Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/12).


UN dan USBN Diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survey Karakter, Apa Itu?

Nadiem kemudian menjelaskan bahwa pembelajaran di sekolah tidak hanya menghafal.

"Tapi yang men-challenge itu bukan muridnya, yang men-challenge itu buat sekolahnya untuk segera menerapkan hal-hal di mana pembelajaran yang sesungguhnya terjadi, bukan penghafalan. Ada pembelajaran, ada penghafalan. Itu hal yang berbeda," kata Nadiem.

"Asesmen kompetensi nggak berdasar mata pelajaran. Berdasarkan numerasi literasi dan juga survei karakter," imbuhnya.

JK sebelumnya mengatakan tentang efek buruk penurunan penerapan UN. Berdasarkan hasil riset Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA), peringkat Indonesia turun pada 2018 ketimbang pada 2015.

"Kalau tidak ada UN, semangat belajar akan turun. Itu pasti! Itu menjadikan kita suatu generasi lembek kalau tidak mau keras, tidak mau tegas bahwa mereka lulus atau tidak lulus. Akan menciptakan generasi muda yang lembek," kata JK di kantor CNBC Indonesia, Gedung Transmedia, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).

Sistem Zonasi Sekolah Diubah, Nadiem Makarim: Nggak Semua Daerah Itu Siap untuk Suatu Policy Zonasi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×