logo


Terkait Eks Narapidana Bisa Dipilih Setelah 5 Tahun, Gerindra Sebut Tak Akan Ajukan Mantan Napi

Simak berita selengkapnya

11 Desember 2019 18:48 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi II DPR RI, Sodik Mudjahid menyambut baik yang menyatakan eks narapidana termasuk kasus korupsi harus menunggu selama 5 tahun setelah bebas jika ingin maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Menurutnya keputusan MK tersebut adalah jalan tengah yang baik dan tetap konstitusional.

“Kelompok pertama berpendapat mantan Napi tidak boleh maju sebagai sangsi sosial serta efek jera. Kelompok kedua berpendapat boleh maju karena mantan napi tetap mempunyai hak untuk memilih dan dipilih,” ujar Sodik di Jakarta, Rabu (11/12).


Soal Pilwakot Medan, Bobby Nasution: Yang Dinasti dari Mertua Saya Adalah Dinasti Motivasinya

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan bahwa partainya patuh kepada konstitusi dan hukum termasuk putusan MK terbaru tersebut, namun Partai Gerindra tetap tidak akan mencalonkan mantan napi dalam pilkada.

“Partai Gerindra tetap aspiratif yakni seperti sudah dinyatakan oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Gerindra minta kepada DPC dan DPD se-Indonesia untuk tidak mencalonkan mantan napi dalam pilkada,” tuturnya.

Sodik menegaskan yang tidak kalah pentingya adalah KPU dan masyarakat terutama media memberikan pencerahan kepada masyarakat calon pemilih tentang latar belakang setiap kandidat pilkada sebelum pelaksanaan Pilkada.

Keputusan MK, kata dia, walaupun belum maksimal memberikan efek jera, tapi ada tambahan harapan munculnya efek tersebut.

“Tapi memang soal efek jera harus dilakukan secara simultan dalam berbagai bidang tidak hanya dalam pilkada saja,” pungkasnya.

Soal Eks Narapidana Bisa Dipilih Lagi Setelah 5 Tahun, PPP: Tergantung Masyarakat Saja

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Trisna Susilowati
 
×
×