logo


Kabar Baik! PBB Masukkan Indonesia di Kategori Negara dengan IPM Tinggi

berikut penjelasannya

11 Desember 2019 16:27 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melalui United Nations Development Program (UNDP) melansir Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang merupakan pengukuran perbandingan dari harapan hidup, pendidikan, dan standar hidup untuk suatu negara.

Menurut data yang dilansir UNDP, Indoensia masuk kelompok negara dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi. Kabar ini merupakan kabar yang menggembirakan karena selama 20 tahun terakhir ini adalah pertama kali Indonesia masuk dalam kategori tersebut.

Nilai IPM Indonesia untuk 2018 adalah 0,707 sehingga termasuk dalam kategori pembangunan manusia yang tinggi. Indonesia sendiri menempati posisi ke- 111 dari 189 negara dan wilayah.


Tak Ada Satupun Kader PBB Masuk Kabinet Jokowi, Yusril: Tidak Marah, Kita Tenang

UNDP mengatakan sepanjang tahun 1990 hingga 2018, nilai IPM Indonesia meningkat 34,6 persen, dari 0,525 menjadi 0,707. Selama periode tersebut, harapan hidup di Indonesia saat lahir meningkat 9,2 tahun menjadi 71,5 tahun.

Sedangkan tahun rata-rata lama sekolah meningkat 4,7 tahun menjadi 8 tahun, dan tahun lama sekolah yang diharapkan meningkat dari 2,8 tahun menjadi 12,9 tahun.

Dilihat dari sisi Gross National Income (GNI) meningkat sekitar 155,9 persen, dari 4,399 dollar AS (1990) menjadi 11,256 dollar AS (2019).

Perwakilan UNDP Indonesia Christophe Bahuet menilai, masuk dalam kelompok dengan IPM tinggi adalah tonggak bersejarah bagi Indonesia.

“Prestasi ini adalah hasil dari komitmen nasional yang kuat untuk pembangunan manusia, yang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi tetapi juga kesejahteraan masyarakat, khususnya kesehatan dan pendidikan,” ungkap Christophe.

Laporan UNDP itu juga mengingatkan pentingnya upaya-upaya yang lebih maksimal dalam pencegahan ketimpangan di Indonesia. Menurut UNDP bila ketimpangan dimasukkan dalam pengukuran, maka nilai IPM Indonesia bisa anjlok sampai 17.4 ersen. Sementara di negara-negara Asia Timur dan Pasifik akibat ketimpangan adalah 16,6 persen.

Karena itu, Perwakilan UNDP Indonesia Christophe Bahuet mengingatkan, bahwa laporan UNDP itu juga membawa pesan yang perlu diperhatikan Indonesia dalam pembangunan manusia untuk kemajuan lebih lanjut yaitu perlunya mengurangi kesenjangan, dan mengantisipasi kesenjangan baru di masa depan.

“UNDP akan terus menjadi mitra Indonesia untuk kemajuan pengembangan manusia,” pungkasnya.

Selamat dan Sukses! Indonesia Duduki Peringkat 6 Dari Bawah Menurut Survei Kualitas Pendidikan Internasional

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Tino Aditia