logo


UN dan USBN Diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survey Karakter, Apa Itu?

berikut penjelasannya

11 Desember 2019 13:14 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mendikbud Nadiem Makarim akan mengganti format Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter mulai 2021.

"Asesmen kompetensi minimum adalah kompetensi yang benar-benar minimum di mana kita bisa memetakan sekolah-sekolah dan daerah-daerah berdasarkan kompetensi minimum. Apa itu materinya. Materinya yang bagian kognitifnya hanya dua. Satu adalah literasi dan yang kedua adalah numerasi," papar Nadiem di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Nadiem menjelaskan lebih lanjut mengenai asesmen kompetensi minimum dalam rapat koordinasi bersama dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.


Tahun 2021, UN Tinggal Kenangan, Nadiem Makarim Sudah Ungkap Penggantinya

"Ini adalah 2 hal yang akan menyederhanakan asesmen kompetensi yang dilakukan mulai dari tahun 2021. Bukan berdasarkan mata pelajaran lagi. Bukan berdasarkan penguasaan konten materi," ucapnya.

"Ini berdasarkan kompetensi minimum kompetensi dasar yang dibutuhkan murid-murid untuk bisa belajar apa pun materinya. Ini adalah kompetensi minimum yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar apa pun mata pelajarannya," sambung Nadiem.

Selain asesmen minimum, Nadiem juga menjelaskan tentang survei karakter. Dengan survey karakter, pemerintah akan lebih mudah mengetahui segala aspek terkait ekosistem lingkungan sekolah para siswa.

"Kita tidak mengetahui apakah asas-asas Pancasila itu benar-benar dirasakan oleh siswa se-Indonesia. Kita akan menanyakan survei-survei untuk mengetahui ekosistem sekolahnya. Bagaimana implementasi gotong royong. Apakah level toleransinya sehat dan baik di sekolah itu? Apakah well being atau kebahagiaan anak itu sudah mapan? Apakah ada bullying yang terjadi kepada siswa-siswi di sekolah itu?" ujar Nadiem.

Lebih lanjut, Nadiem menyebut jika survei karakter itu nantinya menjadi sebuah indikator untuk memberikan rekomendasi bagi sekolah dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih positif.

"Survei ini akan menjadi tolok ukur untuk bisa memberikan umpan balik, memberikan feedback pada sekolah-sekolah untuk melakukan perubahan-perubahan yang akan menciptakan siswa-siswi yang lebih bahagia dan juga lebih kuat asas-asas Pancasilanya di dalam lingkungan sekolahnya," ungkapnya.

UN Dihapus, Nadiem Makarim: USBN Itu Akan Diganti

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×