logo


Tak Hadiri Hakordia, Pegiat Antikorupsi: Jokowi Lebih Senang Melihat Drama...

Simak berita selengkapnya

11 Desember 2019 09:06 WIB

Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/9).
Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/9). Dok. Biro Pers Istana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah pegiat antikorupsi menyayangkan absennya Presiden Joko Widodo dalam acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 9 Desember 2019.

Ketidakhadiran Jokowi, menurut mereka, semakin memperkuat dugaan rendahnya komitmen sang presiden dalam memberangus korupsi.

Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia M Isnur menyebut Jokowi yang lebih tertarik menonton sandiwara di SMKN 57 Jakarta daripada mendatangi Hakordia.


15 Instansi Plat Merah Sabet Penghargaan Zona Integritas, Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Timur Juga Diganjar Penghargaan

Di sekolahan hari itu, tiga menteri Kabinet Indonesia Maju, Erick Thohir, Wishnutama dan Nadiem Makarim berteater dengan tema antikorupsi.

"Jokowi lebih senang melihat drama, lebih senang bermain sandiwara," kata Isnur di Gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi, Jakarta, dilansir dari Tempo, Selasa, (10/12).

Pilihan Jokowi itu, lanjut Isnur, dianggap sebagai simbol posisi politik Jokowi dalam pemberantasan korupsi. Dia juga menduga, kemungkinan Jokowi khawatir jika nantinya ditanya perihal persetujuannya terhadap revisi UU KPK atau komitmennya menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU KPK.

"Hadir ke sekolah itu penting, tapi kan bisa di lain waktu," kata Isnur.

Sebelumnya, KPK telah menggelar puncak Hakordia 2019 di Gedung Penunjang pada Senin, 9 Desember 2019. Pada 2017 dan 2018, Jokowi hadir di acara ini dan menyampaikan pidato. Namun, pada 2019, Jokowi mengirimkan Wakil Presiden Maruf Amin untuk datang ke acara tersebut.

Soal Hukuman Mati Koruptor, Politikus PAN: Presiden yang Menginisiasi Undang-undangnya

Halaman: 
Penulis : Iskandar