logo


Anaknya Tewas Saat Demo, Endang ke DPR: Kenapa Kasus Anak Saya Seperti Dianaktirikan?

Simak berita selengkapnya

10 Desember 2019 16:58 WIB

Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan.
Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan. Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Endang Yulida tak kuasa menahan tangisnya saat menceritakan perjuangannya mencari keadilan atas kematian Yusuf Kardawi kepada Ketua Komisi III DPR RI.

Endang diterima oleh Wakil Ketua Komisi III Desmond J. Mahesa di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan.

Endang Yulida adalah ibunda dari Yusuf Kardawi, mahasiswa Universitas Halu Oleo yang tewas dalam aksi unjuk rasa di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra).


Komisi IV DPR Sebut Pencopotan Dirut Garuda Seperti Drama, Ini Alasannya

Menurutnya dia sudah bertemu dengan Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam, namun belum ada kejelasan tentang penanganan kasus yang menewaskan putranya.

“Saya sebagai orang tua Yusuf, saya bertemu dua kali bertemu bapak Kapolda, bagaimana kasus anak saya,” ujar Endang di Komisi III DPR RI, Jakarta, Selasa (10/12).

“Saya mendapat berita, kasus tertembaknya mahasiswa ini ditangani oleh Mabes Polri, tolong saya difasilitasi bertemu bapak Kapolda, karena beliau yang bisa jawab pertanyaan-pertanyaan saya,”

Menurutnya, polisi berjanji akan memberitahukan perkembangan penanganan kasus kematian anaknya. Namun, kata dia, sampai saat ini belum ada kejelasan seperti apa yang dijanjikan polisi.

"Mereka berjanji akan memberikan berita-berita yang terkait dengan anak saya. Tapi sampai sekarang saya tidak menerima itu. Terakhir saya bertanya lagi. 'Pak, kenapa kasus Yusuf sampai terhambat begini?' Jawaban mereka karena tidak ada saksi," ujarnya.

Dalam hal ini, Endang mengungkapkan bahwa dirinya menerima takdir bahwa anaknya saat ini sudah meninggal. Namun, dia tak menerima caranya yang sadis.

"Kenapa kasus Yusuf tidak ada progres sama sekali. Kenapa kasus anak saya seperti dianaktirikan?” sesalnya.

Puan Maharani: Keberhasilan Gerakan Antikorupsi Tidak Diukur dari Seberapa Banyak Orang yang Ditangkap

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata
 
×
×