logo


Setuju Koruptor Dihukum Mati, Mahfud: Kadang Kala Hakimnya Malah Mutus Bebas

Simak berita selengkapnya

10 Desember 2019 15:13 WIB

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko Polhukam, Mahfud MD, mengaku setuju dengan hukuman mati untuk koruptor. Menurutnya, hukuman mati ditujukan pada koruptor yang melakukan korupsi dalam jumlah besar.

"Itu tergantung hakim dan jaksa. Saya sejak dulu sudah setuju hukuman mati koruptor karena itu merusak nadi, aliran darah sebuah bangsa itu ya dirusak oleh koruptor itu," kata Mahfud di gedung Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/12).

"Sehingga, saya, memang kalau koruptornya serius, dengan jumlah besar, saya setuju hukuman mati," sambung Mahfud.


Napi Korupsi Bisa Ikut Pilkada, KPK: Ya Prihatin Saja...

Mahfud mengatakan bahwa ancaman hukuman mati sudah ada, hanya saja belum ada satu pun koruptor yang dijatuhi hukuman mati.

"Sebenarnya kan sudah ada ancaman hukuman mati. Koruptor itu bisa dijatuhi hukuman mati kalau melakukan pengulangan dan atau melakukan korupsinya saat ada bencana. Cuma kriteria bencana itu yang belum dirumuskan sehingga kalau itu mau diterapkan tidak perlu undang undang baru karena perangkat hukum yang tersedia itu sudah ada," jelasnya.

Mahfud mengatakan bahwa pemerintah serius dan setuju dengan adanya hukuman mati, akan tetapi hal itu diserahkan ke pengadilan apakah koruptor dijatuhi hukuman mati atau tidak.

"Makanya sudah masuk ke undang-undang berarti pemerintah setuju, pemerintah serius. Itu sudah ada di undang-undang. Tetapi kan itu urusan hakim, kadang kala hakimnya malah mutus bebas gitu. Kadang kala hukumnya ringan sekali, sudah ringan nanti dipotong lagi. Itu pengadilan, di luar urusan pemerintah," pungkas Mahfud.

Tolak Eks Koruptor Ikuti Pemilihan, NasDem: Itu Enggak Usah Dicalonkan dan Didiskusikan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata