logo


Menteri Sosial: Kalau Mentalnya Seperti Itu Mau Dibikin Sistem Seketat Apa, Ya, Akan Ada Korupsi Terus

berikut penjelasannya

10 Desember 2019 10:57 WIB

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara
Menteri Sosial Juliari Peter Batubara Jitunews/Denys

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia jatuh pada tanggal 9 Desember. Laporan KPK mencatat nilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia menunjukkan kenaikan yang positif. IPK Indonesia 2018 yang diluncurkan oleh Transparency International Indonesia menunjukkan kenaikan 1 poin dari 37 pada 2017 menjadi 38 pada 2018.

Juliari P Batubara selaku Menteri Sosial (Mensos) memandang perubahan mental merupakan faktor fundamental dalam upaya pemberantasan korupsi pada berbagai sektor, terutama di Indonesia.

"Saya kira harus dimulai dari mental. Mau sebagus apa sistem, seketat apa pun sistem kalau mentalnya sudah bobrok, ya, tetap saja korupsi," kata Mensos Juliari sebagai tanggapan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Jakarta, Senin, (9/12).


Napi Korupsi Bisa Ikut Pilkada, KPK: Ya Prihatin Saja...

Menteri Sosial Juliari menegaskan menilai seketat dan sebagus apapun sistem yang dibuat tetap tidak akan cukup untuk membendung adanya pihak-pihak tertentu untuk melakukan korupsi. Hal itu adalah dampak dari mental yang buruk.

"Kalau mentalnya seperti itu mau dibikin sistem seketat apa, ya, akan ada korupsi terus. Jadi mulainya dari mental," kata dia.

Lebih lanjut, Menteri Sosial menegaskan jika sistem yang berjalan pada lembaga-lembaga pemerintahan saat ini sudah lengkap dan cukup bagus.

"Semua sistem sudah lengkap tinggal pembenahan mental," katanya.

Terkait Hukuman Koruptor di Indonesia, Pakar Hukum: Tidak Boleh Punya Perusahaan, Tidak Boleh Punya Kartu Kredit,

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia