logo


Kasus Jiwasraya Adalah Momentum untuk Benahi Pasar Asuransi

berikut penjelasannya

10 Desember 2019 09:11 WIB

tempo.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto, menilai kondisi yang menimpa Jiwasraya dapat memberikan dampak sistematik terhadap pasar keuangan utamanya asuransi.

Dia menilai kepercayaan nasabah harus tetap terjaga demi terwujudnya visi Pak Jokowi dalam meningkatkan Foreign Direct Investment, ditengah ekonomi Indonesia yang mulai membaik saat kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

"Iklim investasi harus didukung oleh tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap pasar keuangan dan asuransi," ujar Dito di Jakarta, Selasa (10/12).


Tips Mengatur Keuangan Agar Akhir Bulan Tidak Terasa Pahit

Dito mengatakan OJK harus banyak belajar dari kasus ini untuk menghindari dampak sistemik, pasalnya kasus Jiwasraya ini mirip sekali dengan kejadian AIG di Amerika Serikat pada tahun 2008.

"Selain harus menyelesaikan kasus Jiwasraya ini, OJK juga harus membuat aturan yang mengantisipasi agar kasus yang sama tidak terulang lagi," kata Dito.

"Aturan pasar asuransi perlu di review semua, OJK harus membuat kebijakan dan aturan yang friendly namun tetap dapat menjaga stabilitas pasar keuangan dan asuransi. Kami di komisi XI DPR RI siap bahu membahu bersama-sama menjaga stabilitas ekonomi," imbuhnya.

Tak hanya itu, Dito mengatakan bahwa OJK harus juga harus memiliki visi yang jauh kedepan, seperti halnya industri lain, pasar asuransi juga harus siap dengan gempuran lnsur Tech.

"Layaknya FinTech, InsurTech merupakan perpaduan antara industry Asuransi dengan technology dalam menjembatani antara nasabah dan produk asuransi. Data statistic menunjukan bahwa di akhir tahun 2018, hanya 1.7% dari seluruh penduduk di Indonesia memiliki asuransi," katanya.

Dalam hal ini, Dito menyebut popularitas asuransi masih sangat rendah di negara kita, namun Indonesia memiliki pasar asuransi yang cukup besar dikisaran USD 150 miliar. Padahal, Potensi yang besar ini akan mengundang pemain asuransi dunia untuk masuk dan penetrasi terhadap pasar Indonesia.

"Salah satu fenomena global yang sudah terjadi di Dunia adalah InsurTech yang mana InsurTech ini sudah dan akan terus memberikan perubahan yang masif terhadap pasar Asuransi di dunia," jelasnya.

Dito menambahkan aturan dan regulasi yang dibuat oleh OJK harus visionary untuk mengantisipasi gempuran insurTech ini ke Indonesia.

Dia mencontohkan Amerika dan India yang sudah mulai menerapkan aturan dari industri Asuransi Teknologi ini.

"Kita harus melihat layaknya Ojol dan FinTech, InsurTech diyakinkan akan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses produk-produk asuransi," kata Dito.

"OJK jangan ketinggalan jaman. Cepat atau lambat, generasi milenial akan masuk di pasar asuransi. OJK harus siap dengan memberikan karpet merah di dunia asuransi," pungkasnya.

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Temukan Dugaan Korupsi Pada PT Asuransi Jiwasraya

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Tino Aditia
 
×
×