logo


Khilafah Tetap Diajarkan, Kemenag: Nanti Disampaikan, 'Khilafah' Itu Tidak Lagi Cocok di Indonesia

Simak berita selengkapnya

10 Desember 2019 07:26 WIB

Menteri Agama Fachrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi Dok. Kemenag

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Agama telah melakukan revisi terkait konten khilafah dan jihad dalam buku pelajaran agama. Konten khilafah dan jihad, menurut Menag Fachrul Razi, dipindahkan dari pelajaran ilmu fiqih ke pelajaran sejarah.

"Itu hanya dipindahkan dari tadinya itu masuk ke fiqih dipindahkan ke sejarah ya. Sejarah enggak boleh hilang, tapi di fiqih enggak ada lagi," kata Fachrul di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Senin (9/12).

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan bahwa pembelajaran agama Islam tak bisa terlepas dari khilafah dan jihad. Namun, penempatan keduanya harus tepat yakni dalam sejarah agama Islam.


Tolak Eks Koruptor Ikuti Pemilihan, NasDem: Itu Enggak Usah Dicalonkan dan Didiskusikan

"Jadi fakta bahwa pernah ada khilafah dalam sejarah peradaban Islam itu tidak bisa ditutupi, itu fakta pernah ada dalam sejarah peradaban Islam, itu tetap akan disampaikan," kata Kamaruddin, dilansir dari CNN Indonesia.

Lebih lanjut, dia menyebut nantinya khilafah maupun jihad hanya bagian dari sejarah dan tak relevan jika diterapkan di Indonesia.

"Nanti disampaikan bahwa khilafah itu tidak lagi cocok untuk Indonesia. Negara bangsa yang sudah memiliki konstitusi. Dan sekarang ini di dunia ini sudah tidak ada lagi negara Islam yang menerapkan khilafah," terangnya.

Kelola Anggaran Terbesar, Prabowo Diminta Tjahjo Kumolo Gunakan Sistem 'e-katalog'

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex