logo


Puan Maharani: Keberhasilan Gerakan Antikorupsi Tidak Diukur dari Seberapa Banyak Orang yang Ditangkap

Simak berita selengkapnya

10 Desember 2019 03:00 WIB

Puan Maharani Umrah
Puan Maharani Umrah Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut jumlah koruptor yang tertangkap tidak semata menjadi tolak ukur keberhasilan gerakan antikorupsi. Kesuksesan gerakan tersebut, menurut dia, dapat dilihat jika orang sudah terbebas dari tindakan korupsi.

"Perlu dipahami bahwa keberhasilan gerakan antikorupsi tidak diukur dari seberapa banyak orang yang ditangkap dan dipenjara, tetapi berdasarkan nihilnya orang yang menjalankan tindak pidana korupsi," kata Puan Maharani, melalui keterangan tertulis, Senin (9/12).

Oleh karena itu, kata Puan, perilaku koruptif harus diberangus melalui upaya pencegahan dan penindakan. Sebab, korupsi bisa menghambat pembangunan ekonomi yang berkeadilan.


Drama 3 Menteri Dikritik, Golkar: Tidak Perlu Dikaitkan dengan Perppu KPK

Selain itu, menurut dia, korupsi juga menurunkan mutu fasilitas publik dan layanan publik, serta menghalangi upaya membangun Indonesia yang produktif, efisien, serta inovatif.

Puan mengatakan, menghilangkan metode tatap muka atau menerapkan kebijakan berbasis elektronik merupakan salah satu upaya pencegahan korupsi bisa dilakukan. Pencegahan aksi suap, ujar dia, meliputi sistem e-tilang, e-samsat, e-procurement, e-budgeting, atau e-planning.

"Langkah tersebut harus terus dilakukan disertai kebijakan memangkas regulasi atau debirokrasi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik menjadi sederhana, cepat, dan transparan, sehingga tidak ada relevansi untuk menyuap," tutur politikus PDIP itu.

Cerita Lucu Jokowi dan Erick Thohir Saat Betemu Harley di Peringatan Hari Antikorupsi

Halaman: 
Penulis : Iskandar