logo


Peringati Hari Antikorupsi, Novel Baswedan Sebut Revisi UU KPK Justru Menguntungkan Koruptor

Simak berita selengkapnya

9 Desember 2019 22:28 WIB

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan didampingi (kiri) Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan didampingi (kiri) Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyelidik senior KPK Novel Baswedan mengemukakan bahwa peringatan Hari Antikorupsi kali ini diperingati dengan keadaan sedih. Pasalnya banyak permasalahan yang muncul di KPK.

Ia menilai KPK saat ini justru dilemahkan dengan adanya revisi UU KPK yang dinilai lebih fokus pada pencegahan tindakan korupsi daripada penindakan terhadap para koruptor. Hal tersebut justru menguntungkan dari pihak koruptor.

"Baik KPK-nya dilemahkan, serangan-serangan yang dibiarkan, dan justru malah terkesan ada kemenangan bagi koruptor. Tentu ini tidak boleh dibiarkan," kata Novel saat ditemui dikantornya, Senin (9/12/2019).


Jokowi Tak Datang di Acara Hari Antikorupsi, Begini Respon KPK

Novel menilai efek jera atau deterrent effect adalah bentuk pencegahan yang paling efektif.

"Tentunya orang dilakukan penindakan kan bukan berarti sengaja untuk dibalas atau apa pun, tetapi kita berharap deterrent effect. Deterrent effect itu pencegahan yang paling efektif. Tentu perbaikan sistem itu baik, tetapi perbaikan sistem dilakukan seperti apa pun, sebaik apa pun ketika tidak disertai dengan kekhawatiran orang untuk berbuat maka orang akan bisa mencari jalan-jalan lain untuk menghindari itu," pungkasnya.

Drama 3 Menteri Dikritik, Golkar: Tidak Perlu Dikaitkan dengan Perppu KPK

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati