logo


Soal Presiden 3 Perode, Amien Rais: Tidak 5 Sekalian Biar Hebat

Simak berita selengkapnya

9 Desember 2019 21:30 WIB

Amien Rais.
Amien Rais. net

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, berbicara mengenai demokrasi di Indonesia. Amien menyebut sejak awal kemerdekaan Indonesia sudah menganut sistem demokrasi.

"Sejak dulu sampai sekarang walaupun pelaksanaannya kadang-kadang juga agak menggelikan. Kita merdeka (tahun) '45 sampai '59 kita punya namanya demokrasi parlementer. Kemudian zaman Bung Karno demokrasi terpimpin," ujar Amien di Redtop Hotel, Pecenongan, Jakarta Pusat, Senin (9/12).

Ia lalu menyinggung mazhab Frakfurt yang menyebut bahwa demokrasi terpimpin mengakibatkan rekonstruksi demokrasi hilang karena keputusan di tangan pemimpin.


Gibran Maju Pilkada 2020, DPR: Jadi Sorotan Media Dalam dan Luar Negeri

"Frankfurt mengatakan terpimpin artinya terpimpin oleh seseorang sehingga semua rekonstruksi demokrasi itu menjadi hilang karena terpimpin oleh sang pemimpin. Waktu itu saudara-saudaraku kita masih ingat (tahun) '59 menurut saya sudah 15 tahun (kemerdekaan). Kemudian waktu itu lantas '65 akibat terpimpin itu terjadi pergolakan PKI lantas Pak Harto menjadi presiden," katanya.

"Waktu itu teman-teman akademisi tokoh-tokoh intelektual, wartawan mengatakan 'kita moh kultus individu, sudahlah kita tidak mau lagi kultus individu, masak Bung Karno dikatakan seumur hidup sebagai presiden' bangsa yang betul-betul agak t-o-l-o-l. Masak demokrasi kok seperti itu. Kemudian waktu itu saya termasuk yang dulu juga demonstrasi di KAHMI maka muncul lah Pak Harto karena satu kesepakatan tidak boleh kultus individu," imbuhnya.

Amien Rais: Mengejar-ngejar Duniawi Itu Namanya Politisi Sontoloyo

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×