logo


DPR: Jangan Hapus Khilafah dari Pelajaran Agama

Simak ulasan selengkapnya

9 Desember 2019 11:00 WIB

Waksekjen Golkar Ace Hasan Syadzily
Waksekjen Golkar Ace Hasan Syadzily Istimewa

JAKARTA, JITUNES.COM - Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily meminta Menteri Agama Fachrul Razi agar tak menghapus pelajaran khilafah dari buku pelajaran agama.

Menurutnya, khilafah adalah bagian dari pemikiran politik Islam pada masa lalu sehingga hal itu penting untuk diajarkan kepada para siswa dan siswi di sekolah.

"Secara fiqh siyasi, khilafah itu merupakan bagian dari khazanah pemikiran politik Islam yang pernah diterapkan dalam sejarah Islam. Kita tak boleh menghapus fakta sejarah itu," kata Ace seperti yang dikutip dari laman CNN (09/12).


Sekolah Swasta Beri Honor Guru Setara UMK, Ganjar Pranowo: Kalau Tidak, Tidak Kami Beri Izin

Walau begitu, Politisi Partai Gokar itu menegaskan bahwa konsep khilafah tidak mungkin diterapkan di Indonesia untuk saat ini. Sebab, dalam pendirian bangsa, para pendahulu kita telah menyepakati Indonesia menganut sistem pemerintahan Republik dengan dasar negara Pancasila.

"Nah, argumen ini yang seharusnya ditanamkan kepada para anak didik agar mereka memahami tentang penting memperkuat nilai-nilai kebangsaan sebagai pilihan bernegara kita," kata dia.

"Kami di Pesantren dulu belajar tentang konsep fiqh siyasi (fiqih politik) yang mengacu pada Kitab Ahkam Al-Sultoniyah karangan Imam Mawardi yang memuat tentang konsep politik khilafah. Bukan berarti kami mengikuti ajaran itu karena itu tidak mungkin diterapkan dalam sistem politik saat ini," imbuhnya.

Ace juga mengkritik Menteri Agama yang ingin merevisi topik jihad dalam pelajaran agama Islam. Menurutnya, ayat perang atau jihad merupakan salah satu doktrin Islam.

Erick Thohir Larang BUMN Bagi Suvenir, DPR: Biasa Saja dan Memang Sudah Waktunya Diterapkan

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex