logo


Tinjau Jembatan Pulau Balang II, Menteri PUPR Targetkan Pembangunan Rampung Tahun Depan

berikut penjelasannya

7 Desember 2019 19:34 WIB

kemenpupr

PENAJAM UTARA, JITUNEWS.COM - Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Jembatan Pulau Balang II akan selesai dibangun pada akhir tahun 2020. Target tersebut lebih cepat dari target kontrak pekerjaan yang sedianya rampung pada 2021. Pembangunan jembatan tersebut hingga Desember 2019 ini sudah mencapai 71%.

"Dengan adanya rencana Ibu Kota Negara (IKN) baru di Provinsi Kalimantan Timur, maka jalan akses di sisi Penajam yang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dan jalan akses Balikpapan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan saya dorong untuk dapat diselesaikan juga," kata Basuki Hadimuljono saat meninjau pembangunan Jembatan Pulau Balang II, Sabtu (7/12).


Wujudkan Pembangunan Infrastruktur, Menteri PUPR Dorong Generasi Milenial untuk Berinovasi

Menteri Basuki juga mengungkap bahwa saat ini tengah dikaji rencana untuk menyambungkan jembatan tersebut dengan jaringan Jalan Tol Balikpapan menuju kawasan IKN.

"Selain jalan provinsi tersebut, kita juga sedang mempertimbangkan rencana untuk menghubungkan Jembatan Pulau Balang II dengan jalan tol, sehingga akses menuju IKN lebih lancar dan nyaman, tidak banyak berkelok-kelok, seperti yang kita lalui saat meninjau tadi," ujarnya.

Basuki Hadimuljono menilai adanya Jembatan Pulau Balang II ini tidak hanya memperlancar konektivitas antara Samarinda, Balikpapan dengan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kabupaten Penajam Paser Utara saja. Namun juga akan meningkatkan konektivitas pada Lintas Selatan Kalimantan sebagai jalur utama angkutan logistik karena jarak dan waktu tempuh menjadi lebih singkat.

Saat ini, kendaraan dari Balikpapan menuju Penajam dan selanjutnya ke Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan dan kota lainnya, harus memutar dengan jarak sekitar 100 km dengan waktu tempuh sekitar 5 jam. Selain itu, jembatan yang memakan anggaran sebesar Rp 1,38 triliun ini juga turut mendukung rencana pengembangan pelabuhan peti kemas dan kawasan industri Kariangau.

Jembatan yang berada di atas Teluk Balikpapan ini menggunakan konstruksi tipe cable stayed yang terdiri dari bentang utama sepanjang 804 meter, jembatan pendekat sepanjang 167 meter, dan jalan akses sepanjang 1.807 meter.

Jembatan Pulau Balang II nantinya dilengkapi dengan teknologi structural health monitoring system (SHMS). Teknologi ini berfungsi untuk memantau kondisi kesehatan konstruksi jembatan dimana saat ini pusat pemantauan tersebut tengah dibangun di bawah Jembatan Pulau Balang II. Sensor seperti itu sudah diaplikasikan pada empat jembatan lain di Indonesia, yakni di Jembatan Suramadu, Jembatan Ir. Soekarno di Manado, Jembatan Merah Putih Ambon, dan Jembatan Musi IV Palembang.

Penghargaan PUPR, Wujud Apresiasi Kolaborasi Pembangunan Infrastruktur

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia