logo


Bela Rocky Gerung, Fadli Zon: Retorika Itu Bunga Bahasa, Seni Berbicara

Simak berita selengkapnya

7 Desember 2019 13:59 WIB

otoritasnews

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wakik Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon turut buka suara terkait pelaporan Rocky Gerung atas kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Fadli mengaku prihatin dengan segala ancaman yang diterima oleh Rocky. Kritik terhadap Presiden, menurut dia, merupakan hal yang lumrah.

"Saya prihatin dengan ancaman kriminalisasi terhadap saudara Rocky Gerung hanya gara-gara kritik kepada Presiden yang disampaikannya di forum ILC kemarin,” kata Fadli Zon, kepada wartawan, Sabtu (7/12).


Fadli Zon Sebut Jubir dekat Pemerintah, Habiburokhman: Kita Bukan Saja Dekat

“Ancaman itu menunjukkan rendahnya mutu peradaban politik kita. Kritik terhadap Presiden adalah sesuatu yang biasa dan harus diterima di tengah iklim demokrasi. Begitu juga dengan adu argumentasi, adalah sesuatu yang biasa dalam forum diskusi. Buruk sekali jika setiap perbedaan pendapat di forum diskusi harus dihakimi oleh polisi dan pengadilan," sambungnya.

Fadli menilai ungkapan Rocky tak memuat penghinaan, melainkan kritik. Dia mengatakan, kalimat 'Presiden tak paham Pancasila' yang dilontarkan Rocky bergaya retorika.

"Ketika dia menyatakan 'Presiden tidak paham Pancasila', semua orang yang punya kemampuan literasi pastinya paham jika dia sedang beretorika. Retorika adalah bunga bahasa, seni berbicara. Oleh karenanya, sia-sia menghubungkan retorika dengan kamus bahasa, apalagi dengan kitab undang-undang pidana sebagaimana yang hendak dilakukan oleh beberapa orang berpikiran cekak," tutur Fadli.

Sebelumnya, Rocky Gerung dilaporkan ke kepolisian karena menyebut Presiden Joko Widodo hanya sekadar menghapal Pancasila. Jokowi dianggap tak benar-benar memahami lima sila dasar negara tersebut.

Tegur Pendukung Zulhas yang Teriak, Amien Rais: Ini Bukan Partai Kampungan

Halaman: 
Penulis : Iskandar