logo


Siswi SD di Manokwari Dilarang Berhijab, PPP: "Kami Menyesalkan Kebijakan Itu..."

Simak ulasan selengkapnya

6 Desember 2019 19:11 WIB

wartakota

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kebijakan sekolah SD Inpres 22 Manokwari Papua Barat melarang siswinya memakai hijab disesalkan PPP. Semestinya siswi diberi kebebasan menggunakan hijab karena telah diatur dalam konstitusi, UU Sisdiknas hingga Permendikbud

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Reni Marlinawati menyesalkan kebijakan pengelola sekolah SD Inpres 22 Manokwari Papua Barat yang melarang siswinya menggunakan hijab saat di sekolah.

"Kami menyesalkan kebijakan sekolah yang melarang siswi menggunakan hijab. UU Sisdiknas dan konstitusi tegas melindungi keyakinan seseorang apalagi di lingkungan sekolah," kata Reni di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Anggota Komisi Pendidikan DPR dua periode ini menyebutkan tindakan pengelola sekolah yang melarang penggunaan hijab oleh siswi di sekolah merupakan tindakan intoleran yang tak semestinya muncul dari seorang pendidik. "Semestinya tenaga pendidik memiliki pemahaman yang paripurna mengenai toleransi. Kebijakan pelarangan penggunaan hijab merupakan tindakan intoleran," tambah Reni.

Menurut dia, Permendikbud No 45/2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah telah secara detil mengatur penggunaan seragam bagi anak didik di lingkungan sekolah.

"Dalam lampiran Permendikbud poin 3 jelas disebutkan tentang pakaian seragam khas muslimah yakni penggunaan jilbab. Jadi, tidak ada alasan melarang siswi untuk memakai jilbab," urai mantan wakil Ketua Komisi X DPR ini.

Dia berharap peristiwa tersebut tidak terulang kembali apalagi terjadi di lingkungan sekolah. Menurut Reni, pelarangan penggunaan hijab hanya akan menambah kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. "Membangun SDM maju jangan sampai dicederai masalah-masalah yang harusnya tak perlu terjadi," ingat Reni.


Waketum DPP PPP: Lebih dari 1 Juta Guru Berada di Bawah Tingkat Sejahtera

Soal Presiden 3 Periode, PPP: Lebih Mendekati ke Korupsi

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma