logo


Jafar Shodiq Hina Ma'ruf Amin, PDIP: Jangan Ada Lagi di Ruang Publik Merendahkan Pejabat Negara

Simak berita selengkapnya

6 Desember 2019 17:48 WIB

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Maruf Amin.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Maruf Amin. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyesalkan penghinaan yang dilakukan Jafar Shodiq terhadap Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Basarah juga berpesan kepada Jafar yang telah ditetapkan sebagai tersangka untuk menerima segala konsekuensinya. Dia berharap kasus penghinaan terhadap pejabat negara tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Agar tidak ada lagi kasus-kasus pidana semacam ini, ya harapannya jangan ada lagi di ruang publik caci-mencaci, menghina, merendahkan, apalagi pejabat-pejabat negara, pejabat-pejabat publik, apalagi orang seperti KH Ma'ruf Amin, seorang tokoh, ulama, Ketum MUI, dan sekarang Wapres RI," kata Basarah di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/12).


Dihina "Babi" Dalam Video Ceramah Habib Jafar, Wakil Presiden Ma'ruf Amin Memaafkan

Sebelumnya, polisi sudah menetapkan Jafar Shodiq sebagai tersangka atas dugaan menghina Wapres Ma'ruf Amin. Untuk barang buktinya, polisi mengantongi video pernyataan Jafar Shodiq.

"Jadi barang buktinya ada seperti video yang bersangkutan menyiarkan secara langsung sendiri di channel-nya (YouTube) sendiri. Ini sedang dilakukan proses penyidikan, dan yang bersangkutan sudah ditahan di Bareskrim Polri," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Birgjen Argo Yuwono, Jumat (6/12).

Atas kasus tersebut, Jafar Shodiq dijerat dengan sejumlah pasal KUHP di antaranya Pasal 156 KUHP tentang ujaran kebencian/penghinaan dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Jarang Diketahui, Begini Sosok Ja'far Shodiq di Lingkungan Tempat Tinggalnya

Halaman: 
Penulis : Iskandar