logo


Jokowi Sebut Tidak Usah Amandemen UUD, PAN: Tidak Akan Berjalan Mulus

Simak berita selengkapnya

6 Desember 2019 11:03 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menyebut tidak perlu ada amandemen UUD 1945 daripada pembahasannya melebar ke mana-mana.

Menurut Wakil Sekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay, amandemen tidak akan berjalan secara lancar di parlemen jika Jokowi menolak.

"Jika Presiden Jokowi tidak setuju, amandemen terbatas itu diyakini tidak akan berjalan mulus. Sebab, partai-partai pendukung pemerintah akan diminta untuk menjaga agar tidak terjadi amandemen. Faktanya, koalisi pemerintah di parlemen saat ini sangat kuat," kata Saleh kepada wartawan, Jumat (6/12).


Tak Ada Satupun Kader PBB Masuk Kabinet Jokowi, Yusril: Tidak Marah, Kita Tenang

Saleh menyebut istilah 'amandemen terbatas' harus diperjelas sehingga tidak memicu tafsir liar. Apalagi, amandemen UUD 1945 merembet ke wacana memperpanjang masa jabatan presiden dan mekanisme pemilihan presiden. Hal itu yang membuat Jokowi berfikir amandemen UUD 1945 tidak perlu dilakukan.

"Presiden kelihatannya tidak nyaman dengan isu tersebut. Padahal, isu itu tidak termasuk dalam tujuh yang direkomendasikan MPR periode lalu," katanya.

Prabowo Tunjuk 5 Jubir Khusus, Siapa Saja?

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata