logo


Dirut Garuda Dicopot, PKB Ingin Erick Thohir Tegas dengan BUMN Lain

Berikut pernyataan lengkapnya

6 Desember 2019 10:15 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, dicopot dari jabatannya oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Dicopotnya Ari Askhara terkait dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton di pesawat Garuda.

Ketua DPP PKB, Marwan Ja'far, menyebut apa yang dilakukan Erick sudah benar. Menurutnya, Garuda butuh reformasi yang serius.

"Yang dilakukan Pak Erick sudah benar, karena ini menyangkut integritas seseorang. Saya pikir Dirut itu tidak memberi contoh yang baik sebagai pejabat. Garuda butuh reformasi serius," kata Marwan kepada wartawan, Jumat (6/12).


Selundupkan Harley Davidson, Erick Thohir Pecat Dirut Garuda Indonesia

Marwan menilai saat ini adalah momen yang pas untuk membenahi kinerja perusahaan.

"Ini adalah momentum tepat untuk mengubah dan membenahi kinerja seluruh perusahaan," kata Marwan.

Marwan berharap ketegasan Erick Thohir tidak berhenti di Garuda. Ia ingin Garuda bisa bersaing dengan maskapai-maskapai internasional.

"Ketegasan terhadap Garuda perlu diikuti dengan ketegasan terhadap BUMN lain yang merugi terus, yang utangnya banyak menumpuk. Kita harus sadar bahwa banyak perusahaan BUMN yang nilai finansialnya negatif, ada 142 BUMN yang merugi dan disubsidi terus," tutur Marwan.

Seperti diketahui, Ari Askhara adalah pemilih Harley yang diterbangkan dari Prancis ke Indonesia melalui pesawat Garuda. Motor tersebut ditaksir harganya Rp 200 hingga Rp 800 juta. Ditambah dengan dua sepeda Brompton yang turut dikirim. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 532 juta sampai Rp 1,5 miliar.

Pecat Bos Garuda Indonesia, Begini Pernyataan Lengkap Erick Thohir

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata