logo


Vonis Ringan Koruptor di Indonesia, Peneliti ICW: Hanya Menyentuh 2 Tahun 5 Bulan Penjara

berikut penjelasannya

4 Desember 2019 22:08 WIB

Ilustrasi korupsi. Sumber: america.gov
Ilustrasi korupsi. Sumber: america.gov

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Langkah Mahkamah Agung (MA) untuk memangkas masa hukuman Idrus Marham dari 5 tahun menjadi 2 tahun penjara menuai beragam tanggapan. Salah satunya Indonesian Corruption Watch (ICW).

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menilai pemotongan hukuman ini akan membuat citra Mahkamah Agung semakin merosot. Pasalnya, vonis terhadap eks Sekjen Golkar dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1, ia sebut, tidak mencerminkan rasa keadilan.

"Tak salah jika banyak pihak menilai pengurangan hukuman bagi Idrus Marham dipastikan akan meruntuhkan citra MA di mata publik. Sebab sebagai pihak yang terdampak langsung akibat kejahatan korupsi, masyarakat menantikan putusan yang benar-benar mencerminkan rasa keadilan," ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, dalam keterangannya, Rabu (4/12).


Sri Mulyani Sukses Berantas Gurita Makelar di Kemenkeu dengan Cara Ini

Kurnia menganggap saat ini MA seperti kehilangan visi dalam pemberantasan korupsi. Alih-alih dipangkas masa hukumannya, Kurnia menyebut jika pelaku tindak korupsi seharusnya diberi hukuman maksimal.

"Semestinya jika seseorang telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kejahatan korupsi tidak ada lagi pengurangan-pengurangan hukuman. Bahkan akan lebih baik jika diberikan hukuman maksimal," kata Kurnia.

Kurnia mengungkap jika pihak ICW sendiri mencatat rata-rata masa hukuman sejumlah pelaku korupsi hanya 2 tahun 5 bulan. Ia memandang hal ini jelas tidak memberi efek jera bagi para pelakunya.

"ICW mencatat sepanjang tahun 2018 saja rata-rata hukuman terhadap pelaku korupsi hanya menyentuh 2 tahun 5 bulan penjara. Jadi cita-cita negara ingin memberikan efek jera bagi pelaku korupsi masih jauh dari harapan," kata dia.

Kalau ASN Korupsi, Menteri Keuangan: Bisa Tidak, Lebih Keras dari Dipecat Karena Tindakannya Itu

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia