logo


Rocky Gerung Sebut Jokowi Tak Paham Pancasila, PDIP: Dia Sedang Cari Sensasi

Simak ulasannya

4 Desember 2019 16:52 WIB

Rocky Gerung
Rocky Gerung Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Peneliti P2D, Rocky Gerung menyebut Presiden Jokowi tak paham tentang arti Pancasila.

Hal tersebut Rocky katakan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One. Rocky mulanya mengatakan bahwa Pancasila gagal sebagai ideologi karena sila-sila di dalamnya bertentangan.

"Pancasila itu sebagai ideologi gagal. Karena bertentangan sila-silanya. Saya pernah tulis risalah panjang lebar di Majalah Prisma dengan riset akademis yang kuat bahwa Pancasila itu bukan ideologi dalam pengertian akademik. Dalam diskurs akademis. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, mengakui bahwa perbuatan manusia hanya bermakna kalau diorientasikan ke langit. Sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Apa dalilnya bahwa saya boleh berbuat baik tanpa menghadap langit, itu namanya humanisme tu. Lalu saya berbuat baik supaya masuk surga, artinya kemanusiaan saya itu palsu. Sila kelima Keadilan Sosial. Versi siapa? Liberalisme? Libertarianisme. Orang boleh isi sila kelima itu dengan marxisme, boleh saja. Diisi dengan Islamisme boleh saja. Karena tidak ada satu keterangan final tentang isi dari Keadilan Sosial itu," kata Rocky.

"Saya tidak pancasilais, siapa yang berhak menghukum atau mengevaluasi saya? Harus orang yang pancasilais, lalu siapa? Tidak ada tuh. Jadi sekali lagi, polisi pancasila, presiden juga tak mengerti pancasila. Dia hafal tapi dia nggak ngerti. Kalau dia paham dia nggak berutang, dia nggak naikin BPJS," imbuh dia.


Sebut Jokowi Tak Paham Pancasila, Rocky Gerung Terancam Dilaporkan Polisi

Menanggapi pernyataan Rocky yang cukup pedas kepada Jokowi, Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno menyebut pria berusia 60 tahun itu hanya sedang mencari sensasi.

"Imajinasi Rocky Gerung belakangan mulai liar dan dari segi substansi kurang kontemplatif. Jadi terkesan asal bunyi dan cari sensasi," kata Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno, seperti yang dikutip dari laman Detik (04/12).

Lebih lanjut Hendrawan mengatakan bahwa pemerintah tidak anti terhadap kritik namun jika kritikan itu hanya untuk menaikkan popularitas dari orang yang mengkritik, ia tidak setuju.

"Kita harus tetap menghargai pikiran-pikiran kritis dari siapa pun. Rocky Gerung adalah pemikir yang membangun antitesa terhadap arus utama. Namun bila dorongannya untuk mengukuhkan popularitas, buah pikirannya akan meninggalkan luka sosial, apalagi bila sifatnya sudah menghakimi," tuturnya.

Rocky Remehkan Jokowi Soal Pancasila, Golkar: Memahami Pancasila Itu Bukan dengan Memutar-mutar Logika

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma