logo


Sri Mulyani Sukses Berantas Gurita Makelar di Kemenkeu dengan Cara Ini

berikut penjelasannya

4 Desember 2019 15:23 WIB

Menteri keuangan Sri Mulyani
Menteri keuangan Sri Mulyani Dok. Kemenkeu

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sri Mulyani mengungkapkan bahwa saat ia pertama kali menjabat sebagai Menteri Keuangan 15 tahun lalu, banyak sekali petugas birokrasi pada hampir seluruh jajaran di Kementerian Keuangan yang merangkap sebagai makelar.

"Kalau kita lihat perjalanan kita di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kebetulan Menkeunya waktu itu saya, 15 tahun lalu, penuh dengan para lobbyist atau makelar. Dan itu tidak hanya terjadi di Bea Cukai, Pajak, Perbendaharaan tapi nyaris semua birokrasi di Kemenkeu," ujar Sri Mulyani dalam Peringatan Hari AntiKorupsi Sedunia (Hakordia) di Gedung Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (3/12)

Dirinya menilai dasar perbuatan korup yang dilakukan secara sistematis tersebut disebabkan karena besaran gaji yang diterima terbilang minim.


Pemerintah Suntikkan Modal Triliunan ke BUMN, Iwan Fals: Kecepretan Buat Bikin Konser, Keren Nih

"Penyebab utamanya adalah birokrasi waktu itu dibayar dengan gajinya yang dalam seminggu saja sudah habis. Sehingga, kalau tidak korupsi, ya tidak bisa hidup, itu berarti fundamentally sistemnya memang mengharuskan orang untuk korupsi yaitu menerima sumber berasal dari lainnya," tuturnya.

Sri Mulyani menyebut semua perilaku korup tersebut dapat diberantas dengan Reformasi Birokrasi yang ia terapkan bersama dengan KPK.

"Karena waktu itu korupsi itu sudah masuk di dalam suatu sistem, yang di Kementerian Keuangan itu kita semuanya seolah berjamaah melakukan korupsi, kita (Kemenkeu dan KPK) berpikir keras bagaimana mulainya, hingga tercetus yang namanya Reformasi Birokrasi," katanya.

Kepala KPP Jadi Ketua Mafia, Sri Mulyani: Saya Jengkel Betul

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia