logo


Maman Imanulhaq Komentari Polemik Perpanjangan Izin FPI, Begini Katanya

Simak ulasan selengkapnya

4 Desember 2019 01:30 WIB

Legislator PKB, KH. Maman Imanulhaq
Legislator PKB, KH. Maman Imanulhaq Dok.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota DPR RI, Maman Imanulhaq memberikan komentarnya terkait polemik dari izin perpanjangan Front Pembela Islam (FPI) yang tak kunjung selesai.

Menurutnya, setiap komunitas atau organisasi di Indonesia memiliki hak untuk berkumpul serta mendapat jaminan dari undang-undang. Namun hal itu juga harus dilihat apakah komunitas itu sudah memenuhi normatif legal atau belum.

"Setiap warga negara atau sebuah komunitas yang ada di republik ini tentu memiliki hak konstitusional untuk berkumpul dan berserikat, itu dilindungi oleh undang-undang," kata Maman.


Fadli Zon: Habib Rizieq Harus Dikembalikan, Kalau Tidak...

"Perpanjangan FPI dibolehkan atau tidak itu diserahkan kepada yang berwenang dalam konteks ini adalah Mendagri, apakah memenuhi normatif legal untuk diperpanjang atau tidak, termasuk persyaratan mencamtukan taat atas pancasila dan tidak mengusung ideologi diluar Pancasila," lanjutnya.

Seperti yang diketahui, Izin FPI sudah habis sejak Juni lalu, namun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kala itu, Tjahjo Kumolo, mengatakan izin FPI belum bisa diperpanjang karena belum mendapatkan surat rekomendasi dari Kementerian Agama.

Lebih lanjut, Maman menambahkan bahwa FPI sebenarnya memiliki tujuan yang baik untuk menyuarakan kebenaran tapi terkadang sering berlebihan dan melanggar nilai kostitusi.

"Hal itu tergantung bagaimana FPI itu sendiri menyesuaikan organisasinya itu sesuai dengan undang-undang dan peraturan di negeri ini," imbuhnya.

"Di satu sisi FPI menjadi gerakan dakwah yang memiliki gaung cukup tinggi untuk menyerukan kebenaran dan menegakan keadilan tapi terkadang ada gerakan mereka yang over acting bahkan melanggar nilai-nilai konstitusi kita soal kebebasan beragama melaukan kerusakan, hate speech dan dakwah-dakwah kebencian, itu yang harus diperbaiki FPI kedepannya jika ingin diperpanjang," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan itu.

Maman berharap ke depannya FPI dapat berubah menjadi organisasi yang menyejukkan.

"Saya berharap diperpanjang atau tidak, harus melihat kepada legal formal atau persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah. Sebaiknya, jika FPI berkompromi kedepannya FPI bisa berubah lebih kepada dakwah-dakwah yang konstrutif, tidak melakukan sweeping dan tidak melakukan hate speech," pungkasnya.

Sudah Klarifikasi, Gus Muwafiq Tetap Dilaporkan Polisi, FPI: Itu Merupakan Penghinaan, Baik Disengaja Maupun Tidak...

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma