logo


Tetap Plototi Kabar Hoaks, Kominfo Temukan 3901 Hoaks Sejak Agustus 2018

Berikut ulasannya

3 Desember 2019 09:01 WIB

Ilustrasi berita hoax
Ilustrasi berita hoax Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Berita hoaks masih menjadi momok serius dalam era digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus bekerja menangkal kabar hoaks. Dalam catatan Kominfo selama bulan November 2019 telah teridentifikasi sebanyak 260 hoaks, kabar bohong, dan berita palsu. Sehingga Kominfo telah mengais, mengidentifikasi, dan memvalidasi 3901 hoaks dalam periode Agustus 2018 sampai dengan November 2019.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, menjelaskan dari temuan hoaks tersebut pihaknya menemukan hoaks kategori politik mendominasi di angka 973 item hoaks. Disusul 743 hoaks kategori pemerintahan, 401 hoaks kategori kesehatan, 307 hoaks kategori lain-lain, 271 hoaks kategori kejahatan, 242 hoaks kategori fitnah, 216 hoaks kategori internasional dan sisanya hoaks terkait bencana alam, agama, penipuan, mitos, perdagangan dan Pendidikan.

Pada periode tersebut Tim AIS menemukan lonjakan tajam terjadi saat April 2019 dengan 501 hoaks. Karena pada saat tersebut merupakan musim pemilu jadi hoaks yang ditemukan merupakan hoaks politik. Hoaks politik yang marak muncul di bulan April didominasi kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu, maupun penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu.


SKB Penanganan Radikalisme ASN Diteken, Ini 10 Hal 'Haram' Dilakukan ASN di Media Sosial

Sejak terbentuknya tim AIS pada Januari 2018, tim ini telah melakukan melakukan pengaisan, identifikasi verifikasi dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia, baik konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya. Saat ini Tim AIS berjumlah 100 personil didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti.

Perlu diketahui Kominfo telah menyediakan portal aduan online yang dapat digunakan warganet untuk mengadukan konten hoaks. Pengaduan dapat dilakukan dengan surat elektronik melalui aduankonten@kominfo.go.id atau akun twitter @aduankonten atau melalui aplikasi pesan instan WhatsApp di nomor 081-1922-4545.

SKB Penanganan Radikalisme ASN Diteken, 11 Lembaga Siap 'Plototi' ASN di Medsos

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Aurora Denata