logo


Jokowi Sebut Pengusul Presiden Jadi 3 Periode Ingin Tampar Dirinya, NasDem: "Nggak Usah Baper Pak"

Simak ulasan selengkapnya

3 Desember 2019 02:45 WIB

Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/9).
Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/9). Dok. Biro Pers Istana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya menanggapi komentar Presiden Jokowi terkait wacana penambahan masa jabatan Presiden menjadi 3 periode.

Willy meminta agar Jokowi tak terlalu bawa perasaan (baper) dalam menanggapi wacana tersebut.

"Itu tidak terkait pribadi Pak Jokowi. Itu adalah aspirasi masyarakat. Nah gimana aspirasi itu benar atau tidak maka harus diuji. Harus dikaji, uji, diskusikan. Kalau dalam konteks itu Pak Jokowi tak usah baper ya. Itu justru aspirasi publik," katanya, seperti yang dikutip dari laman Detik (03/12).


Ada Usulan Jabatan Presiden Diubah Jadi 3 Periode, Jokowi: "Ingin Menampar Muka Saya Itu...'

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa konteks dari usulan untuk penambahan masa jabatan menjadi 3 periode bukan untuk menyindir Jokowi.

"Bukan cari muka. Buat apa parpol cari muka sama Pak Jokowi? Nggak. Bukan itu konteksnya. Konteksnya adalah mendiskusikan itu. Mengkaji itu sebagai sebuah diskusi wajar saja. Bukan politik, ide ini lantas disalahkan, jangan dicurigai. Justru itu respons. Pak Jokowi. Kan ini bukan ke pribadi Pak Jokowi," tuturnya.

Sebelumnya Jokowi, merasa orang yang mengusulkan wacana tersebut seakan ingin menampar dirinya.

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu ada tiga [maknanya] menurut saya: Satu, ingin menampar muka saya; yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka; yang ketiga ingin menjerumuskan," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (02/12).

Erick Thohir Rombak BUMN, Jokowi: Jangan Sampai Ada Aset yang Tidak Produktif

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma