logo


Erick Thohir Rombak BUMN, Jokowi: Jangan Sampai Ada Aset yang Tidak Produktif

berikut penjelasannya

2 Desember 2019 20:14 WIB

Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/9).
Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/9). Dok. Biro Pers Istana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aksi perombakan yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir terhadap beberapa perusahaan BUMN, akhirnya ditanggapi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi mengungkap jika pengelolaan BUMN untuk saat ini harus diperbaiki meski harus melakukan perombakan besar-besaran.

"Yang jelas, saya ingin pengelolaan di BUMN diperbaiki, baik perombakan total, maupun manajemen yang ada," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).


Jokowi Tolak Wacana Presiden 3 Periode, Netizen: Alhamdulilah Pak Jokowi Gak Gila Jabatan

Presiden juga menilai perombakan yang dilakukan oleh Erick Thohir tersebut bertujuan agar aset yang dimiliki oleh BUMN harus produktif. Pasalnya, aset yang dikelola oleh BUMN nilainya mencapai ribuan triliun.

"Semua aset yang dimiliki BUMN harus produktif. Jangan sampai ada aset yang tidak produktif, sehingga mengurangi produktivitas yang ada di manajemen yang ada," ungkap Jokowi.

Seperti diketahui, selama ini Erick Thohir sudah melakukan perombakan pada beberapa perusahaan pelat merah. Mulai dari PT Pertamina (Persero), PT BTN (Persero), dan holding tambang MIND ID.

Menteri BUMN tersebut juga merombak struktur pejabat eselon I Kementerian BUMN, meliputi sekretaris kementerian dan deputi. Hal ini disebabkan karena dirinya saat ini sudah memiliki dua wakil menteri.

Ada Usulan Jabatan Presiden Diubah Jadi 3 Periode, Jokowi: "Ingin Menampar Muka Saya Itu...'

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia