logo


Bantah Pernyataan Habib Rizieq, Mahfud MD: Dia Menganggap Pemerintah Ilegal

berikut penjelasannya

2 Desember 2019 19:58 WIB

Mahfud MD
Mahfud MD Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rizieq sebelumnya menyampaikan bahwa ia telah menghubungi otoritas Indonesia di Arab Saudi saat terjadi pencekalan. Hal itu ia sampaikan melalui video yang diputar di panggung Reuni 212, di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

"Saya mau sampaikan secara langsung, bahwa pada saat terjadi pencekalan pihak yang pertama kali saya hubungi adalah pihak otoritas Republik Indonesia. Bahkan Dubes RI yang berkedudukan di Riyadh mengirim seorang utusan secara resmi, yaitu ketua pos Badan Intelijen Negara ke rumah saya untuk meminta keterangan," tutur Habib Rizieq.

Menanggapi hal tersebut, Mahfud Md membantah pernyataan Habib Rizieq Syihab. Mahfud menyebut Habib Rizieq tidak pernah sekalipun mendatangi Kedubes RI, bahkan Mahfud menyebut jika Rizieq menganggap pemerintah Indonesia ilegal.


Fadli Zon: Habib Rizieq Harus Dikembalikan, Kalau Tidak...

"Enggak ada (melapor). Saya sudah berbicara dengan kedubes ndak pernah, ndak pernah datang. Dia menganggap pemerintah ilegal," kata Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

Menko Polhukam tersebut mengungkapkan bahwa memang ada orang yang mendatangi Rizieq untuk bertanya. Namun Imam Besar FPI itu tidak pernah melapor.

"Memang ada orang datangi dia, orang datangi dia ya tanya, tapi dia sendiri ndak pernah ngelapor. Kapan gitu laporannya? ndak ada," ujarnya.

Massa Aksi 212: Tangkap Si Busuk Sekarang Juga

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia