logo


Tradisi Hela Kayu, Cermin Budaya Toleransi dan Ikatan Batin Masyarakat Maluku Tengah

berikut penjelasannya

2 Desember 2019 17:14 WIB

puspentni

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tradisi Hela kayu atau tarik kayu adalah tradisi turun temurun yang berasal dari Kec. Pulau Haruku, Kab. Maluku Tengah. Hela kayu itu sendiri merupakan salah satu dari rangkaian prosesi adat yang dilakukan untuk membangun atau memperbaiki rumah adat atau makam para leluhur.

Di dalam penyelenggaraannya, masyarakat bergotong-royong sambil menyanyikan lagu adat dengan iringan pukulan alat musik tifa. Hal ini mereka lakukan sebagai penyemangat dalam menarik kayu dari dalam hutan menuju tempat rumah soa/adat atau makam para leluhur berada.

Bahkan, baru-baru ini beberapa personel TNI juga terlibat dan ikut serta dalam prosesi adat ini.


Wajib Coba! 4 Kegiatan Seru Akhir Pekan yang Ramah Dompet

Beberapa personel Pos Wairiang SSK III Satgas Ops Pamrahwan Maluku Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 136/Tuah Sakti (TS), turut ikut serta dalam tradisi Hela Kayu yang digelar pada Minggu (1/12) untuk menghormati tradisi para leluhur setempat.

Komandan Pos (Danpos) Wairiang Letda Inf Lamhot Sihaloho mengatakan bahwa tradisi tersebut diawali dengan penarikan kayu oleh masyarakat Negeri Hulaliu dari dalam hutan. Sementara itu, masyarakat Negeri Kailolo menunggu di jarak 500 meter dekat makam para leluhur guna menyambut kedatangan masyarakat Negeri Hulaliu yang selanjutnya kayu ditarik secara bersama-sama.

Penyelenggaraan prosesi adat hela kayu ini menunjukkan bahwa tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu tersebut masih tetap dilestarikan dan dijaga oleh masyarakat Hatuhaha atau masyarakat dari lima negeri yaitu negeri Hulaliu, Pelauw, Rohomoni, Kailolo dan negeri Kabauw. Kelima kelompok masyarakat ini masih memiliki Sebuah ikatan persaudaraan.

Letda Inf Lamhot Sihaloho juga mengatakan bahwa dengan dilestarikannya tradisi hela kayu, ikatan batin diantara negeri-negeri adat yang terdapat di Kec. Pulau Haruku tetap terjalin dengan kuat meskipun memiliki keyakinan yang berbeda.

Pelabuhan Benoa Bali Bakal Disulap Jadi Pintu Masuk Kawasan Wisata Kelas Dunia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia