logo


Pemerintah Malaysia dan Filipina Dinilai Lamban, Anggota DPR: Biarkan TNI yang Menyelesaikan Kasus Penculikan

berikut penjelasannya

2 Desember 2019 16:43 WIB

tempo.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR RI, M. Farhan kecewa dengan pemerintahan Malaysia dan Filipina yang terkesan lamban dalam menangani nasib tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang diculik kelompok Abu Sayyaf di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

“Saya kecewa, karena hingga kini Pemerintah Malaysia dan Filipina terkesan lamban dalam menangani kasus ini,” ujar Farhan di Jakarta, Senin (2/12).

Menurutnya, sejak kasus ini terjadi hingga saat ini tidak ada kemajuan signifikan dalam proses pembebasannya. Bahkan tidak ada kabar kondisi terakhir mereka dari pihak-pihak yang berwenang, khususnya pemerintah Malaysia dan Filipina.


TNI Hadiri Acara Temu Alumni National Defense Academy of Japan

Farhan menyebut Malaysia dan Filipina adalah dua negara yang paling bertanggung jawab dalam kasus penculikan dan penyanderaan tiga WNI.

“Malaysia bertanggung jawab karena insiden terjadi di perairan Sabah dan tauke-nya asal Malaysia, sementara Filipina harus bergerak cepat karena kelompok penculik berafiliasi dengan Abu Sayyaf di Filipina,” tuturnya.

Dalam hal ini, Farhan meminta Panglima TNI menyiagakan pasukan untuk menyerang lokasi-lokasi kelompok Abu Sayyaf.

Politisi NasDem ini mengatakan kesiapan pasukan TNI menjadi faktor penting sebagai bukti keseriusan pemerintah Indonesia dan tekanan kepada Malaysia, juga khususnya Filipina agar mereka serius dalam menangani kasus ini.

“Oleh karena itu, perlu ada kerja sama militer antar negara. Namun, jika memang militer Filipina tidak sanggup, biarkan TNI yang menyelesaikan kasus penculikan ini dengan caranya sendiri," tegasnya.

Agar insiden tidak terus berulang, Farhan menyarankan kerja sama keamanan lebih serius diantara negara anggota ASEAN, khususnya untuk wilayah perairan yang rawan dari tindak kejahatan.

Menurutnya hal ini penting untuk pertahanan sehingga tercipta kawasan regional yang aman dan stabil.

“Patroli militer bersama, rutin dan intensif di perairan Indonesia, Malaysia Filipina harus semakin ditingkatkan. Kedaulatan dan stabilitas keamanan kawasan harus tercipta,” pungkasnya.

Salut! Menko Muhadjir Semangati Langsung Atlet Indonesia di Sea Games Filipina

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Tino Aditia