logo


Fadli Zon: Habib Rizieq Harus Dikembalikan, Kalau Tidak...

berikut penjelasannya

2 Desember 2019 16:04 WIB

otoritasnews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, hingga saat ini masih berada di Arab Saudi. Fadli Zon menilai kasus ini merupakan sebuah tindakan pencekalan terhadap Rizieq dan sebuah bentuk kegagalan diplomasi pemerintah Indonesia.

"Berkali-kali beliau kembali ke Indonesia itu ada kesulitan. Ini ada kegagalan dari pemerintah kita dalam melakukan diplomasi ya," kata Fadli usai menghadiri aksi reuni 212 di Monas, Jakarta, Senin (2/12).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tesebut menegaskan bahwa tidak boleh terjadi seorang warga negara Indonesia tidak bisa pulang ke Indonesia. Fadli bahkan menyebut hal ini merupakan sebuah kejahatan yang melanggar hak asasi.


Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Fadli Zon: Kekuasaan Absolut, Kecenderungan Menyelewengnya Juga Absolut

"Itu jelas sebuah kejahatan yang melanggar hak untuk hidup, hak untuk mobilisasi atau bergerak dan berada di tanah air," katanya.

Fadli juga menyebut alasan Rizieq hingga saat ini tidak bisa kembali ke Indonesia karena terkait adanya agenda politik tertentu.  

“Mungkin ketika itu karena pilplres, karena ada agenda politk, tapi kalau sekarang mestinya tidak ada gangguan lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadli Zon juga menyebut pemerintah seolah tidak ingin melindungi warga negara Indonesia jika Rizieq tidak dipulangkan ke Indonesia.

"Saya kira Habib Rizieq harus dikembalikan, kalau tidak, berarti memang pemerintah tak ada keinginan melindungi warganya,” ujarnya.

Aksi 212 Digelar di Monas, Fadli Zon: Akan Menciptakan Kedamaian

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia