logo


FPI Nyatakan Setia Pancasila, PBNU Sebut Tak Cukup Hanya di Atas Kertas

Simak berita selengkapnya

1 Desember 2019 04:30 WIB

FPI
FPI Klik Bontang

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas, mengatakan bahwa komitmen setia ada Pancasila dan UUD 1945 tidak cukup hanya dengan tanda tangan di atas kertas bermeterai.

Pernyataan Robikin tersebut menanggapi soal Front Pembela Islam (FPI) yang menandatangani surat pernyataan setia pada Pancasila dan UUD 1945. Hal tersebut agar surat keterangan terdaftar (SKT) sebagai ormas diperpanjang oleh pemerintah.

"Dalam organisasi, komitmen tersebut tak cukup hanya dipegang oleh individu pimpinan organisasi dengan menuangkannya di atas kertas. Namun harus terkonfirmasi dari ujaran, sikap dan perbuatan," tutur Robikin kepada wartawan, Sabtu (30/11).


Ditantang untuk Bertemu, FPI Sebut Mendagri Tak Paham Arti Khilafah

Menurutnya, pernyataan kesetian kepada Pancasila dan UUD 1945 sebaiknya ditindaklanjuti dengan keputusan organisasi melalui forum permusyawaratan tertinggi organisasi.

"Jika tidak, hal itu lebih terkesan sebagai siasat agar mendapat legitimasi administratif dari pemerintah. Suatu yang tak bisa dibenarkan," kata Robikin.

Robikin menyebut bahwa semua warga negara terikat dengan komitmen pada Pancasila dan UUD 1945.

"Tak pandang pribadi warga negara atau kumpulan orang yang berhimpun dalam LSM atau pun organisasi, termasuk organ negara. Itu tuntunan ajaran agama," ujar dia.

Hidayat Nur Wahid Sebut Khilafah FPI Berbeda dengan Khilafah HTI

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata