logo


Ditantang untuk Bertemu, FPI Sebut Mendagri Tak Paham Arti Khilafah

Simak berita selengkapnya

30 November 2019 16:18 WIB

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian CNN Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubus menantang Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk membahas AD/ART FPI yang dianggap bermasalah.

Sobri mengku sudah 20 tahun mengurus Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan tidak pernah ada masalah, baru kali ini bermasalah. Ia mengaku AD/ART FPI sudah ditelaah secara seksama oleh Menteri Agama.

"Sekarang ada peraturan baru, ormas keagamaan harus ada rekomendasi dari Kementrian Agama, kami penuhi semua," kata Sobri saat ditemui di Gedung DDII, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2019).


Soal Ijin FPI, Wakil Ketua DPR RI: Nanti Kita Lihat Hasilnya

SKT FPI dapat diperpanjang atas rekomendasi Kemenag, namun terhalang oleh Kemendagri. Sobri mempertanyakan soal pemahaman khilafah pada Mendagri. Ia sebut Mendagri tidak paham arti khilafah.

"Apa pemahaman dengan kementrian Agama ada yang berbeda? Yang lebih paham soal khilafah, syariah, adalah Kemenag atau Kemendagri?" kata Sobri.

Sobri pun mengajak bertemu dengan Mendagri Tito Karnavian. Ia ingin mendiskusikan tentang AD/ART FPI dengan para pakarnya. "Dari pada bikin polemik, mendingan Pak Tito ketemu sama kami (FPI). Dia juga bawa pakarnya. Biar nanti enggak malu-malu amat begitu. Diskusi bareng," pungkasnya.

Soal Perpanjangan Ijin FPI, Anggota Fraksi PPP: Sebaiknya Diselesaikan di Dalam Pemerintahan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati