logo


Jokowi Ganti Eselon III dan IV Dengan Robot, Politisi PKB: Pelayanan Masyarakat Menjadi Amburadul

berikut penjelasannya

29 November 2019 18:41 WIB

Presiden Jokowi - Wakil Presiden Ma\'ruf Amin
Presiden Jokowi - Wakil Presiden Ma'ruf Amin Doc Jitu

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menilai keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengganti jabatan eselon III dan IV dengan artificial intelligence atau robot pintar merupakan gagasan yang bagus.

"Ya bagus saja (wacana ganti Eselon III - IV dengan artificial intelligence,” ujarnya di Jakarta, Jumat (29/11).

Kendati demikian, Pria yang akrab disapa Gus Yaqut mengatakan pemerintah harus memahami terlebih manfaat dan dampak dari pemangkasan atau alih fungsi pejabat eselon III dan IV ke robot pintar.


Jokowi Terjebak Macet, Politisi Demokrat: Wajar Makin Macet Pak, Lha Wong Lebar Jalan Dirampas...

Menurutnya hal ini dikarenakan tidak semua satuan kerja eselon III dan IV tanggung jawabnya bisa dialih fungsikan. Dia khawatir apabila semua dialih fungsikan ke robot pintar, pelayanan publik menjadi tidak efektif dan menjadi amburadul.

“Tapi harus dipahami kompleksitas birokrasi. Jangan hanya karena ingin debirokratisasi, malah pelayanan masyarakat menjadi amburadul," tuturnya.

Wakil ketua Komisi II DPR RI ini mengatakan bahwa pemerintah juga perlu melakukan kajian terlebih dahulu, agar nantinya tidak merusak sistem birokrasi dan pelayanan masyarakat jadi bisa lebih baik pasca diterapkan.

"Iya (Perlu Kajian terlebih dahulu), Jangan maunya cepat tapi tidak tepat. Keinginan yang baik jangan sampai hanya merusak sistem," pungkasnya.

Diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan mengganti pegawai negeri sipil (PNS) dengan artificial intelligence atau kecerdasan buatan.

Menurut Jokowi, program pemangkasan pejabat eselon di kementerian dan lembaga dalam rangka reformasi birokrasi yang selama ini dibutuhkan oleh para pelaku usaha. Pasalnya, lanjut Jokowi, selama ini birokrasi menjadi salah satu kendala investasi masuk ke Indonesia.

Sidak ke RS Subang, Jokowi Cek Pelayanan BPJS

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Tino Aditia