logo


Inovasi Terbaru, Kementerian PUPR Luncurkan Sistem Pemetaan Rumah Terdampak Bencana

Simak berita selengkapnya

29 November 2019 16:31 WIB

Rumah Hunian Gempa Kementerian PUPR
Rumah Hunian Gempa Kementerian PUPR Doc Jitunews

PALU, JITUNEWS.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Satker Kebencanaan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mengeluarkan inovasi terbarunya melalui Sistem Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana (Sirumba). Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk memetakan rumah masyarakat yang terdampak bencana alam di Indonesia.

Kepala Project Management Unit Central Sulawesi Rehabilitation and Reconstruction Program (PMU CSRRP) atau Kepala Program rehabilitasi dan Rekonstruksi Hunian di Sulawesi Dedi Permadi mengatakan, Sirumba adalah sebuah sistem aplikasi berbasis geospasial yang dibangun untuk mendata rumah-rumah masyarakat terdampak bencana.

"Melalui aplikasi tersebut data rumah masyarakat terdampak bencana tidak hanya dikumpulkan secara spasial tapi juga disajikan secara spasial," kata Dedi, Jumat (29/11).


Gandeng Badan Usaha, PUPR Berharap Pembangunan Jalan Tol Bisa Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Peluncuran teknologi terbaru itu menyusul penyataan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait revolusi industri 4.0. Guna mencapai efisiensi  yang tinggi  dan kualitas produk yang lebih baik, perlunya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, tidak terkecuali di bidang pembangunan infrastruktur.

“Kita memasuki era kompetisi. Dalam era kompetisi yang sangat terbuka ini, bukan proteksi yang dikedepankan, tapi kompetensi khususnya dibidang konstruksi. Untuk memenangkan kompetisi global, kita harus lebih cepat, lebih murah dan lebih baik,” kata Menteri Basuki.

Kembali ke aplikasi, kata Dedi, pendataan pasca bencana alam yang dilakukan di Palu merupakan pilot project untuk Sirumba yang dibangun oleh Penyediaan Perumahan kementerian PUPR.

"Sistem yang kami buat dapat digunakan oleh siapapun dan dapat mengolah berbagai data mulai dari fase mitigasi bencana hingga fase pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.

Sirumba diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan Bimbingan Teknis Pemetaan Rumah Masyarakat Terdampak Bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi di Palu berbasis Sistim Informasi Geografis. Kegiatan ini diikuti peserta dari Kementerian PUPR, fasilitator lapangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan sivitas akademika Universitas Tadulako. Dalam kegiatan bimbingan teknis ini, para peserta juga menguji coba Sirumba.

Untuk menindaklanjuti uji coba tersebut, imbuh Dedi, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menggandeng mahasiswa Universitas Tadulako yang telah mengikuti bimbingan teknis untuk melaksanakan kegiatan pendataan sebagai bentuk partisipatif dalam mitigasi bencana ke depannya.

Para mahasiswa akan melengkapi data yang sudah ada berdasarkan nama dan alamat atau by name by address dengan data-data spasial yang dibutuhkan. Dengan adanya data-data spasial, maka penyajian data dapat dikonversikan dari bentuk tabular menjadi bentuk spasial sehingga pembacaan datanya menjadi lebih mudah.

Diharapkan dengan adanya Sirumba, maka prosedur pendataan bencana yang berlaku saat ini dapat lebih disempurnakan sehingga proses penanggulangan bencana dapat berlangsung dengan lebih efisien. Rencananya sistem ini akan dikembangkan lebih luas lagi untuk mendukung kegiatan penanggulangan bencana di Indonesia.

Pasca Gempa, PUPR Bangun 5700 Rumah Layak Huni di Sulteng

Halaman: 
Penulis : Iskandar