logo


Menag Hapuskan Materi Khilafah, Dosen UIN Berikan Respon Positif: Harus Mencontoh Nabi

Simak berita selengkapnya

29 November 2019 15:45 WIB

Menteri Agama Fachrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi Dok. Kemenag

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Agama Fachrul Razi menghapuskan materi khilafah dalam buku pendidikan agama Islam. Fachrul Razi khawatir ajaran khilafah diimplementasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Kebijakan yang diambil oleh Fachrul Razi direspon positif oleh Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jejen Musfah. Menurutnya materi khilafah bisa diganti dengan materi yang mendukung sikap cinta NKRI, Pancasila, dan toleransi dalam beragama.

"Tepat dalam hal untuk menggantikannya dengan konten-konten yang lebih mendorong pada moderasi beragama, cinta NKRI, Pancasila, hingga bela negara," kata Jejen Musfah yang juga merupakan Wasekjen PB PGRI di Jakarta seperti dilansir Kumparan, Jumat (29/11/2019).


Menag Sebut Dulu Tidak Suka FPI Sekarang Berikan Izin, Netizen: Bilang Aja Pak Takut Sama...

Jejen beranggapan materi khilafah tidak tepat untuk diajarkan ke siswa. Siswa lebih tepat diajarkan nilai-nilai Islam yang dapat mendukung sistem demokrasi.

"Sebagian guru menganggap khilafah sebagai solusi mengatasi masalah bangsa ini tidak tepat diajarkan ke siswa. Padahal selama ini, sistem demokrasi tak masalah, yang utama nilai-nilai Islam ada dan terwujud dalam sistem (demokrasi) ini," ungkap Jejen.

Jejen meminta agar agama Islam dipandang sebagai agam yang penuh toleran dan cinta damai, bukan sebaliknya memeberikan kebencian. "Agama hadir penuh cinta, kedamaian, toleran, sesuai dengan nilai kitab suci dan mencontoh nabi," pungkasnya.

Menag Beri Izin Perpanjangan FPI, Gus Sahal: Kok Lembek Terhadap Kaum Intoleran

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×