logo


Khawatir Diimplementasikan dalam Kehidupan Sehari-hari, Menag Hapuskan Materi Khilafah

Simak berita selengkapnya

29 November 2019 15:30 WIB

Menteri Agama Fachrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi Dok. Kemenag

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Agama Fachrul Razi menghapuskan materi khilafah yang ada dalam kurikulum pendidikan agama Islam. Menurutnya sejarah khilafah yang ada pada buku agama Islam dikhawatirkan akan diimplementasikan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau kita lihat muatan sejarah khilafah sebenarnya enteng-enteng. Tapi begitu ditampilkan pengajarnya ikut menganukan (mengimplementasikan -Red). Jadi tadinya maksud memahami sekedarnya, tapi ternyata menjadi mempublikasikan," kata Fachrul Razi dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

"Khilafah menurut saya dihilangkanlah. Karena memang niatnya baik, tapi karena pengajarnya mungkin memihak kepada itu. Jadi akhirnya mengkapitalisasi," tambahnya.


Menag Sebut Dulu Tidak Suka FPI Sekarang Berikan Izin, Netizen: Bilang Aja Pak Takut Sama...

Fachrul Razi meminta perubahan kurikulum pendidikan agama Islam harus harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan sains. Selain itu perlu ada pembenahan pelajaran akidah, akhlak, alquran dan hadits, fikih dan sejarah.

"Masalah fikih, masalah sejarah kebudayaan Islam, kemudian bahasa Arab. Kebetulan yang memebenahi bukan saya. Memang ahli-ahlinya yang melihat ada hal yang masih perlu dibenahi di bidang itu," pungkasnya.

Menag Beri Izin Perpanjangan FPI, Gus Sahal: Kok Lembek Terhadap Kaum Intoleran

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati