logo


Miris! Nasib Orangutan Sumatra Ini Setelah Dihujani 24 Peluru Mengalami Kebutaan

Simak ulasannya

29 November 2019 12:04 WIB

https://www.ngopibareng.id/ng0p1/imagecache/l-201802071013367-februari-orang-utan.jpg
https://www.ngopibareng.id/ng0p1/imagecache/l-201802071013367-februari-orang-utan.jpg
dibaca 339 x

Peristiwa memilukan kembali dialami oleh orangutan Sumatera yang ada di Provinsi Aceh. Setelah orangutan Sumatera bernama Hope yang dihujani 74 peluru senapan angin pada 10 Maret 2019, kini kejadian serupa kembali terjadi. Orangutan Sumatera yang diberi nama Paguh (dalam bahasa karo berarti ‘kuat dan tangguh’) mengalami nasib sama. Orangutan Sumatera jantan berusia 25 tahun tersebut mengalami kebutaan setelah dihujani 24 peluru senapan angin di Desa Gampong Teungoh, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA) Agus Arianto saat dihubungi dari Medan menjelaskan bahwa orangutan ini ditemukan pertama kali oleh petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Aceh yang sedang berpatroli.

Agus mengungkapkan, dari observasi di lapangan sebelum dilakukan upaya anestesi oleh tim dari YOSL-OIC terlihat bahwa orangutan tersebut mengalami permasalahan di penglihatan dan berjalan di atas tanah. Kemudian orangutan tersebut langsung dievakuasi ke Stasiun Karantina Orangutan Batu Mbelin Sibolangit, Sumatera Utara yang dikelola oleh Yayasan Eko Lestari (YEL), Sumatera Orangutan Conservation Programme (SOCP) dan tiba pada hari Kamis (21/11) untuk mendapatkan penanganan medis.


Mendagri Tito Karnavian Kunjungi Papua untuk Tinjau Kesiapan PON 2020

Dokter Hewan YEL-SOCP drh Meuthya Sr, Kamis (28/11), mengatakan dari hasil pemeriksaan X-Ray ditemukan 24 peluru di tubuh Paguh. "Dengan rincian 16 di bagian kepala, empat di bagian kaki dan tangan, tiga di bagian panggul dan satu di bagian perut," ujarnya.

Sementara itu dokter hewan dari YEL-SOCP, Meuthya Sr dalam keterangan tertulisnya mengatakan awalnya mereka berharap mata Paguh tidak rusak total atau paling tidak salah satu mata masih berfungsi. Namun hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan bahwa kedua mata Paguh buta, di mana bola mata kanan tampak merah. Sedangkan bola mata kiri keruh diduga karena cedera yang terjadi lebih dahulu dibanding bola mata kanan. Diperkirakan jika kondisi Paguh mulai membaik orangutan buta tersebut tidak mungkin bisa dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Saat ini BKSDA Aceh bersama kepolisian masih menggali informasi di lapangan untuk mengetahui pelaku penembakan terhadap orangutan Sumatera tersebut.

"Kami sangat prihatin ketika kembali dihadapkan dengan kondisi seperti ini, apalagi Paguh tidak mungkin bisa dilepasliarkan kembali karena buta. Perlu keseriusan dari pihak berwenang untuk menertibkan penggunaan senapan angin sesuai peraturan yang telah ada, untuk memastikan keadaan seperti Paguh dan Hope tidak terus berulang," tuturnya.

Ditulis oleh: Dede Satria

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Kunjungan Ke Papua, Mendagri Berpesan Agar Hati-Hati dengan APBD

Halaman: 
Admin : Trisna Susilowati