logo


Ramai Radikalisme, Din Syamsuddin: yang Bilang Pancasila Harga Mati, Itu Radikal!

Simak berita selengkapnya

28 November 2019 21:54 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengkritisi penggunaan kata-kata radikal yang sering digunakan untuk menunjukkan sikap ekstrem seseorang.

Din Syamsuddin mengatakan kata-kata radikal bisa positif dan negatif. Namun, jika ada seseorang yang menyebut Pancasila harga mati, itu juga termasuk radikal.

"Radikalisme itu secara terminologis bisa positif bisa negatif. Karena radikal itu bisa positif, kami berpegang teguh. Pancasila harga mati, itu radikal, radikal itu akar. Jadi yang bilang NKRI berdasarkan Pancasila harga mati, itu sikap radikal," ucap Din Syamsuddin di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (27/11/2019) malam.


Mapel Pancasila Penting, Hidayat Nur Wahid: Keteladanan Lebih Efektif Daripada Ribuan Kata-kata

Ia juga berpendapat cara berpakaian atau penampilan seseorang tiak bisa menjadi parameter yang diukur dalam radikalisme.

"Kalau beragam dan menjalankan dengan syariat yang diyakininya-berjenggot, bercelana cingkrang-itu keyakinan beragama yang dijamin konstitusi," lanjutnya.

"Itu (cingkrang atau berjenggot) ada kaitannya dengan terorisme? Yang meledakkan bom kan banyak juga yang pakai celana jins. Banyak yang kemudian berpakaian lain," tandasnya.

Habiburokhman: Kita Harus Saling Mengingatkan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati