logo


Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Temukan Dugaan Korupsi Pada PT Asuransi Jiwasraya

berikut penjelasannya

28 November 2019 16:45 WIB

tempo.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi pada Perusahaan BUMN PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Bahwa berdasarkan adanya dugaan tindak pidana korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tersebut, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta No.: Print-4816/O.1/Fd.1/11/2018 tanggal 27 November 2018, dan dari hasil penyelidikan, telah didapatkan bukti permulaan yang cukup dan ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta No. : Print- 1611/M.1/Fd.1/06/2019 tanggal 26 Juni 2019," ucap Kasi Penkum Kejati DKI, Nirwan Nawawi, kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).

Nirwan Nawawi menjelaskan bahwa terdapat penyimpangan yang melanggar ketentuan undang-undang terkait proses penjualan produk JS Saving Plan dan pemanfaatan hasil penjualan produk tersebut.


KPK Curhat ke DPR: Kami Dimarahi Melulu, tapi Tak Pernah Dibantu

"Dalam pelaksanaannya terdapat penyimpangan yang diduga melanggar ketentuan perundang-undangan sehingga memenuhi kualifikasi tindak pidana korupsi (delik korupsi), baik terkait proses penjualan produk JS Saving Plan, maupun dalam pemanfaatan pendapatan sebagai hasil penjualan produk JS Saving Plan," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN sejatinya sudah menaruh perhatian pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) lantaran produk Jiwasraya tersebut memberi keuntungan yang lebih tinggi dari produk yang lain.

"Pertama, produknya dianggap produk tersebut di luar atau lebih tinggi gain-nya revenue-nya daripada produk-produk lainnya itu pertama," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (20/11) lalu.

Anggota DPR RI Minta KPK Tidak Tebang Pilih dalam Mengusut Kasus Korupsi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia