logo


Wacana Pilpres oleh MPR, Politisi Demokrat: Yang Menentukan Presidennya Hanya 9 Orang Saja

berikut penjelasannya

28 November 2019 16:40 WIB

https://khususspemula.blogspot.com/

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wacana agar pemilihan presiden dikembalikan ke MPR ditolak tegas Partai Demokrat.

“Sikap Demokrat dengan tegas menolak Presiden kembali dipilih oleh MPR ya. Hak rakyat untuk memilih langsung pemimpinnya ini tidak boleh dicabut dan dibatalkan,” ujar Ketua DPP Demokrat, Jansen Sitindaon di Jakarta, Kamis (28/11).

Dia menilai apabila Presiden dipilih oleh MPR, maka hal itu merupakan suatu bentuk kemunduran di dalam demokrasi.


Pemerintah Berencana Cabut Subsidi Listrik, Demokrat: Jangan Sedikit-sedikit Rakyat Kita Dikorbankan

“Sederhananya dalam tataran praktek, kalau Presiden kembali dipilih MPR, yang menentukan itu ya hanya 9 orang ketua umum partai di parlemen saja. Masak negeri berpenduduk 260 juta ini yang menentukan Presidennya hanya 9 orang saja,” jelasnya.

“Memilih langsung Presiden inilah salah satu hak politik yang hilang di era Orde Baru. Masak kita mau mundur kebelakang lagi,” imbuhnya.

Dia mengatakan apabila dalam pelaksanaan pemilihan langsung yang sudah dilakukan ternyata ada kekurangan maka alangkah baiknya diperbaiki bukan malah langsung mewancanakan pemilihan presiden kembali dilakukan oleh MPR.

“Kalau pemilihan langsung ini ada kekurangannya ya kita perbaiki. Bukan gebyah uyah dikembalikan ke MPR. Misalnya soal money politics atau politik berbiaya tinggi. Yang kita perkuat ya lembaga pengawasannya. Memang ada jaminan kalau dipilih oleh MPR pasti akan bersih dari money politics?” tanya Jansen.

“Kalau pemilu langsung dianggap membuat keadaan jadi panas seperti Pilpres kemarin misalnya, President Thresholdnya yang dikurangi sehingga bisa banyak muncul calon. Selain masyarakat jadi punya banyak alternatif pilihan, juga tidak akan terbagi ke 2 kelompok saja seperti kemarin. Jadi kami Demokrat menolak, mengembalikan kedaulatan rakyat memilih Presiden ini ke tangan MPR. Kalau ada kekurangan mari kita perbaiki,” pungkasnya.

Banyak Rekrut Stafsus, Ketua DPP Demokrat: Kabinet Ramping Cuma Janji

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Tino Aditia