logo


Adjeng Sebut Pembangunan Infrastruktur Kerek Sektor Pemberdayaan Perempuan

Simak berita selengkapnya

28 November 2019 16:01 WIB

Adjeng Ratna Suminar meluncurkan buku yang berjudul \'Perempuan Tangguh dan Inspiratif dari Bandung\' di Day & Nite Cafe Lembang, Jawa Barat, Sabtu (2/2).
Adjeng Ratna Suminar meluncurkan buku yang berjudul 'Perempuan Tangguh dan Inspiratif dari Bandung' di Day & Nite Cafe Lembang, Jawa Barat, Sabtu (2/2). Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Ikatan Alumni Lemhanas RI PPRA XLI, Adjeng Ratna Suminar mengapresiasi kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo khususnya di sektor infrastruktur.

Menurut Adjeng yang digadang-gadang bakal diangkat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2019-2024 ini, masifnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan selama pemerintahan Jokowi, bakal mendorong sektor ekonomi masyarakat lainnya khususnya sektor pemberdayaan ekonomi wanita.

Adjeng menambahkan, pembangunan infrastruktur baik itu infrastruktur fisik ataupun infrastruktur non fisik seperti pembekalan dan pelatihan kerja kepada kaum wanita, membuat perempuan bisa semakin produktif meskipun ada di daerah.


Kemendesa: Infrastruktur Sangat Penting untuk Kemajuan Ekonomi

"Contoh di Papua, ibu-ibu bisa menjual langsung hasil pertanian ke konsumen setelah ada pembangunan infrastruktur. Di Sumatera produk kerajinan seperti ulos, songket, dan hasil karya lainnya dapat langsung dijual langsung ke konsumen," ujar Adjeng kepada Jitunews.com, Kamis (28/11).

Sementara itu, di Jawa Barat, hasil olah makanan yang dikerjakan oleh ibu-ibu dapat langsung dijual akibat dampak pembangunan infrastruktur dan akses jalan yang semakin terbuka.

Untuk diketahui, selama pemerintahan Jokowi, pembangunan infrastruktur fisik terutama jalan raya telah membuat indeks daya saing Indonesia untuk aspek konektivitas jalan serta kualitas jalan mengalami perbaikan yang cukup signifikan.

Menurut laporan Global Competitiveness Report 2019 yang dirilis WEF, tahun ini, sub-indeks infrastruktur Tanah Air adalah 67,7. Pada 2018, nilai sub-indeks infrastruktur Indonesia adalah 66,8. Artinya ada peningkatan daya saing sebesar 0,9 poin. Pada 2018 indeks daya saing untuk kualitas jalan berada di angka 48,1 dan naik menjadi 52,6 pada 2019. Di sisi lain, indeks daya saing konektivitas jalan juga melonjak drastis dari 34,6 pada 2018 menjadi 59,8 pada 2019.

Dari catatan akhir tahun 2018, pemerintahan Jokowi telah membangun Jalan sepanjang 3.432 kilometer, jalan tol sepanjang 947 kilometer, jembatan sepanjang 39,8 kilometer, dan jembatan gantung sebanyak 134 unit.

Menteri PUPR Sebut Ada 4 Tantangan Besar Pembangunan Selama 2014-2019, Apa Saja?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati