logo


Junaidi Auly: Kesejahteraan Petani Tak Kunjung Membaik

Penurunan tenaga kerja di sektor pertanian menjadi fenomena yang harus diperhatikan pemerintah

28 November 2019 14:56 WIB

Junaidi Auly
Junaidi Auly Kabar3

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sektor pertanian merupakan lahan berusaha utama dalam struktur ketenagakerjaan Indonesia. Menurut data BPS, pada Agustus 2019, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian (secara luas) mencapai 34,58 juta atau sekitar 27,33% dari total tenaga kerja. Jumlah tersebut turun sekitar 1,12 juta tenaga kerja dibandingkan tahun lalu.

Kondisi ini cukup mengkhawatirkan dikarenakan jumlah tenaga kerja yang semakin menurun dapat memengaruhi ketahanan pangan nasional.

Anggota DPR RI Fraksi PKS Junaidi Auly melihat, penurunan tenaga kerja di sektor pertanian menjadi fenomena yang harus diperhatikan pemerintah.


Terkait Permasalahan Daerah, Tito kepada Kepala Daerah: Saya Minta agar Membuat Surat Resmi

“Persoalan ini krusial, karena menentukan peranan sektor pertanian ke depan,” jelas Junaidi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11).

Penurunan tenaga kerja di sektor pertanian, memang sejalan dengan penurunan kontribusinya terhadap PDB. Beberapa tahun lalu, sektor ini berkontribusi sekitar 25% terhadap PDB, sekarang sudah di bawah 20%.

Sementara itu, lanjut Junaidi, Pemerintah seharusnya lebih paham dan reponsif terkait penurunan tenaga kerja pada sektor pertanian.

“Beberapa Indikator kesejahteraan sektor pertanian kenyataannya cenderung belum ada perbaikan. Misalnya NTP (Nilai Tukar Petani) yang tidak kunjung  membaik, belum lagi upah buruh di sektor pertanian juga tumbuh lebih rendah dibandingkan pergerakan inflasi nasional maupun inflasi pedesaan,” ujarnya.

“Pada bagian lain, pembiayaan ke sektor pertanian juga relatif rendah, baik dari sektor perbankan maupun penanaman modal. Hal inilah yang harus diselesaikan oleh pemerintah,” pungkas Junaidi.

Politisi PKB: Terkait Penerima PKH, KIS, Rastra, dan lain-lain, Namun Data Statistik Pemerintah Tidak Sesuai

Halaman: 
Penulis : Iskandar